alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dua Anak Buah Edhy Prabowo Jadi Penghuni Baru Lapas Sukamiskin

Ari Syahril Ramadhan Senin, 06 September 2021 | 23:45 WIB

Dua Anak Buah Edhy Prabowo Jadi Penghuni Baru Lapas Sukamiskin
Tersangka kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster Safri (ketiga kiri), Ainul Faqih (kedua kiri), Siswadi Pranoto Loe (ketiga kanan), dan Amiril Mukminin (kedua kanan) bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (22/2/2021). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww]

Edhy Prabowo menerima uang sejumlah 77 ribu dolar AS dari Suharjito, dan menerima Rp 24.625.587.250 dari pengusaha lainnya.

SuaraJabar.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi dua orang anak buah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yaitu Amiril Mukminin selaku sekretaris pribadi dan Safri sebagai staf khusus dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung.

Keduanya bakal menjalani hukuman lapas khusus koruptor itu selama 4 tahun dan 6 bulan dikurangi selama berada dalam tahanan.

"Tim Jaksa Eksekusi KPK telah melaksanakan putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat pada Kamis (2/9/2021) atas nama terpidana Amiril Mukminin dengan cara memasukkannya ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin untuk menjalani pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan dikurangi selama berada dalam tahanan," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, di Jakarta, Senin (6/9/2021) dikutip dari Antara.

Amiril juga dikenakan pidana denda sebesar Rp 300 juta subsider selama 6 bulan kurungan.

Baca Juga: Yamaha Jabar dan UPT Puskesmas Griya Antapani Kolaborasi, Gelar Gebyar Vaksinasi

"Dalam putusan juga disebutkan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 2.254.990.000 dengan memperhitungkan uang yang telah dikembalikan dan apabila tidak membayar uang pengganti tersebut dalam waktu 1 bulan setelah putusan pengadilan memperolah kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut serta jika tidak mampu maka dipenjara selama 1 tahun," kata Ali.

Selain memasukkan Amiril ke Lapas Sukamiskin, jaksa eksekutor KPK juga melaksanakan putusan pengadilan tipikor atas nama terpidana Safri dengan cara memasukkannya ke Lapas Kelas I Sukamiskin untuk menjalani pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan dikurangi selama berada dalam tahanan.

Safri juga diwajibkan membayar pidana denda sebesar Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan.

Dalam perkara tersebut mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dinyatakan terbukti menerima suap senilai 77 ribu dolar AS dan Rp24.625.587.250 bersama-sama dengan Andreau Misanta Pribadi dan Safri (staf khusus Edhy Prabowo), Amiril Mukminin (sekretaris pribadi Edhy), Ainul Faqih (sekretaris pribadi Iis Rosita Dewi yaitu istri Edhy Prabowo), dan Siswadhi Pranoto Loe (pemilik PT Aero Cipta Kargo) dari Direktur PT Duta Putra Perkasa Pratama Suharjito dan perusahaan pengekspor BBL lain.

Rincian penerimaan suap adalah Edhy Prabowo menerima uang sejumlah 77 ribu dolar AS dari Suharjito, dan menerima Rp 24.625.587.250 dari pengusaha lainnya.

Baca Juga: Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Bandung Terbaru 2021, Super Hits dan Awesome

Selanjutnya Safri menerima uang 26 ribu dolar AS, Siswadhi Pranoto Loe menerima totalnya Rp 13.199.689.193, Andreau Misanta Pribadi menerima Rp 10.731.932.722, dan Amiril Mukminin menerima Rp 2.369.090.000.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait