SuaraJabar.id - Sekolah Dasar (SD) swasta Asy-Syifa yang terletak di Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, nekat menggelar proses belajar mengajar tatap muka. Lantaran itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung langsung membubarkan pembelajaran tatap muka.
Aksi tersebut dibenarkan Kepala Satpol PP Bandung Rasdian Setiadi. Dia mengemukakan, pembubaran yang dilakukan pada Rabu (22/7) pagi itu dilakukan oleh tim yang ditempatkan di kewilayahan.
"Betul, dibubarkan oleh Trantib (Bidang Ketentraman dan Ketertiban) Satpol PP Rancasari," katanya ketika dikonfirmasi wartawan di Bandung, Rabu (22/7/2020).
Rasdian sendiri mengaku belum mengetahui motif sekolah itu melakukan pembelajaran tatap muka. Namun, dia memastikan, tak akan memberikan sanksi kepada pihak sekolah dan hanya membubarkan kerumunan. Sebagaimana diketahui, Bandung sudah menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru atau AKB tapi sekolah belum diperkenankan dibuka.
"Sanksinya tidak ada, kita hanya melakukan pembubaran agar tidak terjadi kerumunan," tegas dia.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, pemkot bisa saja melakukan pencabutan izin apabila ada lembaga yang melanggar ketentuan yang termuat dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Bandung.
"Bisa disegel itu sama saya sendiri sebagai Wakil Ketua Gugus Tugas, pokoknya apapun juga kita harus patuh terhadap Perwal," katanya.
Sementara itu, Kepala SD Asy-Syifa 1 Iyet Hayati mengatakan, kegiatan pembelajaran tatap muka di antara guru dan murid baru saja dilakukan sejak Senin (20/7/2020) lalu.
"Kegiatan belajar tatap muka antara guru dan murid di sekolah baru dilakukan sejak Senin, 20 Juli 2020," kata dia melalui surat yang ditujukan kepada lurah setempat, dikutip Rabu (22/7/2020).
Baca Juga: 151 Warga Kena Razia di Pasar Pagi Asemka, Rata-rata Pakai Masker di Leher
Dalam surat tersebut, Iyet mengemukakan pembelajaran yang diselenggarakan secara tatap muka, hanya mata pelajaran Tahfidz sedangkan mata pelajaran lainnya masih digelar secara online. Hal itu pun didasarkan atas keinginan orang tua murid.
"Hanya mata pelajaran Tahfidz saja yang dilakukan secara tatap muka sedangkan mata pelajaran lainnya tetap dilaksanakan secara online," ucap dia.
"Orang tua peserta didik yang datang ke sekolah sebelumnya telah mengisi kuesioner yang menyatakan keinginannya untuk belajar di sekolah dengan tatap muka pada mata pelajaran Tahfidz atau BTG," lanjut dia.
Adapun kegiatan pembelajaran itu, sebut Iyet, rencananya hanya akan digelar sekali dalam sepekan dalam waktu 60 menit dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Meski demikian, atas adanya kegiatan belajar tatap muka itu, institusinya mengaku bersalah.
"Kami atas nama Kepala SD Asy-Syifa 1 dengan penuh tanggung jawab menyatakan bersalah atas keputusan yang kami ambil untuk melaksanakan kegiatan belajar tatap muka di sekolah," tegas dia.
Iyet pun menyatakan, tak akan kembali menggelar giat belajar tatap muka hingga batas waktu yang belum ditentukan. Diketahui, Bandung sudah menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru atau AKB namun sekolah tatap muka belum diizinkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Dendam Lama Berujung Maut, Anak Sambung Diduga Bunuh Ibu Tiri di Bandung
-
Didorong Publik Usut Lapas Cibinong, KPK: Kami Terus Pantau
-
Cari Money Changer Terdekat? BRI Hadir di Bandara, Pelabuhan hingga Pusat Kota
-
Dari Sepeda hingga Cita-Cita, BRI Peduli Temani Perjalanan Mahesa Meraih Mimpi
-
Kasus Lapas Cibinong Disorot, Pakar Dorong Pengawasan Nasional Diperketat