SuaraJabar.id - Jelang pendaftaran calon wali kota dan wakil wali kota pada September 2020 untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Depok.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sepakat berkoalisi dengan Koalisi Tertata yang di dalamnya ada Partai Amanat Nasional (PAN), Demokrat, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
"Pernyataan sikap empat partai politik (Parpol) yaitu PKS, PPP, PAN, dan Partai Demokrat sudah resmi berkoalisi di Pilkada Depok 2020," kata ketua DPC PPP Kota Depok, Qonita Lutfiyah kepada SuaraJabar.id, ketika dikonfirmasi, Sabtu (25/7/2020).
Qonita mengatakan koalisi empat parpol ini dengan nama Tertata Adil Sejahtera. Kata dia, keputusan koalisi Tertata Adil Sejahtera sudah melalui koordinasi masing - masing parpol di DPW dan DPP.
"Kaitan koalisi dengan PKS pun sudah disampaikan dan tahapan tahapanya pun sudah dilakukan. DPP menungu kerja kita di bawah. Karena hajatnya di DPC (tingkat kota)."
"DPP mengintruksikan kepada kita untuk membangun koalisi . PPP kan tidak mungkin mengusung sendiri. Kita diberikan kesempatan seluas luasnya untuk membangun koalisi dengan parpol mana pun," papar Qonita.
Qonita menambahkan, untuk koalisi Tertata sendiri telah sepakat mengusung petahana yaitu Mohammad Idris sebagai calon wali kota.
"Untuk calon wali kota sudah fiks kita mendukung incumbent Kiyai Idris. Idris diusung dari Tertata. Kalau untuk wakilnya masih dibahas pertemuan selanjutnya. Jadi tahapan selanjutnya bahas wakilnya. Kita bahas sama sama," kata Qonita.
Sementara itu, DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Depok telah mengumumkan dukungan kepada pasangan Pradi Supriatna-Afifah Alia sebagai Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020.
Baca Juga: Bakal Usung Mohammad Idris, PKS Siap Lawan Gerindra - PDIP di Pilkada Depok
Pasangan tersebut didukung DPC PDIP Kota Depok, setelah mereka mendapat rekomendasi dari DPP partai berlambang banteng moncong putih pada Jumat (17/7/2020) lalu.
Ketua DPC PDI Perjuangan Hendrik Tangke Allo mengatakan, sesuai pengumuman DPP PDIP yang disampaikan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Puan Maharani melalui virtual nama Pradi Supriatna dan Afifah Alia sebagai calon wali kota dan wakil wali kota yang diusung di Pilkada Depok.
"Pradi-Afifah yang keluar rekomendasi sebagai calon wali kota dan wakil wali kota," kata Hendrik.
Menurut Hendrik, keluarnya rekomendasi calon wali kota dan wakil wali kota dari PDIP adalah sebuah perjuangan.
Sehingga rekomendasi ini menjawab semua, tidak ada calon lagi dari PDIP untuk Pilakada Depok.
"Rekomendasi ini terjawab sudah atas nama Pradi -Afifah tak main main. Secara resmi diumumkan. Kalau ada yang lain itu hoaks. Pengumuman ini resmi, "katanya.
Tag
Berita Terkait
-
PKS Siapkan Dua Jagoan di Pilgub Jabar: Satu Nama Sosok Mengejutkan
-
Nasib Keluarga Korban Meninggal Kecelakaan Maut Bus SMK Lingga Kencana, Dapat Santunan Rp10 Juta Pemkot Depok
-
Presiden PKS Akui Walkot Depok Mohammad Idris Masuk Bursa Pilkada Jabar
-
Masuk Bursa Pilgub Jabar, Mohammad Idris: Siapa Yang Melamar Saya Harus Bayar Saya
-
Mohammad Idris Dukung Imam Maju di Pilkada Depok, Netizen: Kalau Gini PKS Kembali Berkuasa
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Rekomendasi Produk Philips Terbaik Sepanjang Masa Berdasarkan Kategori
-
Hadiah Sayembara Rp250 Juta Tak Jadi untuk Penangkap, KDM Alihkan untuk Masa Depan Korban
-
Ibadah Dibubarkan Paksa di Bandung, Sajajar Desak KDM Bertindak Tegas!
-
Farhan Tegaskan Penghuni Kos Bandung Tak Boleh Tertutup: Bukan KTP Sini Pun Wajib Terdata RW
-
Tertibkan 63 Bangunan Liar di Dipatiukur, Walikota Bandung: Sesuai Perda, Tak Ada Ganti Rugi