SuaraJabar.id - Label fesyen Christian Dior membuka Paris Fashion Week dengan pagelaran busana fisik yang menampilkan aneka material dalam koleksinya, termasuk kain tenun ikat dari Indonesia
"Kami buat koleksi ini melalui pendekatan dengan lebih banyak ide desain. Kita hidup dengan cara yang berbeda pada saat ini, dan lebih banyak tinggal di rumah dalam keintiman kita. Maka pakaian yang dikenakan juga harus mencerminkan gaya hidup baru ini," kata Direktur Kreatif Dior Maria Grazia Chiuri dalam sebuah pernyataan.
Para model berjalan diiring alunan suara paduan suara, memamerkan busana di antara instalasi seni yang mengingatkan kita pada jendela kaca patri bergaya Gotik.
Jendela dekorasi karya seniman Italia, Lucia Marcucci itu dirancang menggunakan tambal sulam foto dan kliping koran.
Dilansir Reuters, Rabu (30/9/2020), Chiuri menampilkan sejumlah busana yang lebih longgar, garis-garis halus dengan kain-kain yang melambai.
Sebelumnya Dior identik dengan koleksi busana seperti jaket bar klasik berstruktur dengan banyak kancing.
Namun kali ini ada sentuhan yang lebih lembut seperti mantel musim semi yang menyerupai kimono dalam rangkaian motif paisley, garis-garis warna celup (tie-dye) serta motif dan aplikasi bunga.
Banyak merek fesyen ragu-ragu kembali mengadakan pertunjukan pagelaran busana fisik, akibat pandemi COVID-19. Hal ini menyebabkan banyak pagelaran yang kemudian tertunda selama berbulan-bulan.
Namun Dior mantap melakukan pagelaran busana fisik yang dengan serius menerapkan jarak sosial dan protokol kesehatan.
Baca Juga: Ada Motif Mirip Batik pada Koleksi Dior dan Louis Vuitton Terbaru
Para tamu mengenakan masker wajah dan diminta untuk melakukan pemeriksaan suhu tubuh. Selain itu jumlah kerumunan untuk pagelaran busana fisik kinni dibatasi maksimum 300 orang dari jumlah biasanya yang mencapai, dengan kerumunan dibatasi 800 hingga 1.000 orang.
Paris Fashion Week atau Pekan Mode Paris dibuka pada Selasa 29 September 2020 dan berlangsung selama sepekan hingga 6 Oktober. Pekan Mode Paris ini juga akan mencakup perpaduan acara baik fisik maupun digital. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
KPK Periksa 6 Saksi Terkait Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN
-
Ketika Penyandang Disabilitas Tak Berjuang Sendiri, Akses Layanan dan Kesempatan Berkarya Dibuka
-
5 Fakta Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu Rp18,79 Miliar
-
Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu, Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu
-
Jadwal Gila 5 Laga 14 Hari, Persib Bandung Tetap Pasang Target Menang di Kandang Madura United