"Sumpah ya untuk orderan makanan itu aku udah mau bayarin, tapi bapak-bapaknya pada nolak, karena kata mereka nanti pasti diganti sama kantor," imbuhnya.
Lebih jauh ia menyebut bahwa pihak ojol telah menghapus akun orang yang melakukan orderan fiktif. Namun, pelaku rupanya kembali membuat akun.
Video curhatan perempuan mendapatkan orderan fiktif ini viral dengan ditonton hingga 3,6 juta kali dan mengundang beragam reaksi warganet.
"Untung mbaknya punya banyak uang, coba kalo gue, udah nangis kali digituin," tulis akun Achm***.
"Iya kasihan ojolnya, mereka ngegojek aja gak seberapa untungnya. Kadang malah nggak dapat orderan. Apa lagi harus kasih makan anak istri di rumah," kata Manu***.
"Itulah kenapa gue kalo habis dapet paket alamatnya langsung gua gunting kecil-kecil karena takut kaya gini nantinya," timpal Raha***.
Lihat video selengkapnya di sini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
BBM Jenis Pertamax Naik, Ojol: Sejak Awal, Saya Pakai Pertalite
-
Harga Pertamax Naik Tajam, 10 Persen Konsumen Diprediksi Serbu Pertalite
-
Jangan Lewatkan Promo Samsung Galaxy S26 Ultra di Blibli untuk Dapatkan Harga Termurah
-
Nilai Saham Dinilai Belum Wajar, BRI Lakukan Buyback Fluktuatif Rp500 Miliar
-
Di Tengah Tekanan IHSG, BRI Tegaskan Fundamental Perbankan Nasional Tetap Kuat