SuaraJabar.id - Jawaban yang dilontarkan FA (27), seorang pelaku pencurian helm ini cukup mengejutkan. Ia rela melakukan aksi pencurian helm untuk menutupi cicilan iPhone 11 miliknya.
Pelaku mengaku sudah tiga kali mencuri helm di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Tasikmalaya.
Ia sendiri sebenarnya merupakan warga Kabupaten Garut. Di kota asalnya, ia juga pernah melakukan pencurian helm yang hasilo penjualannya digunakan untuk menutupi cicilan iPhone 11 miliknya.
"Sudah 3 kali mencuri helm di sini," ujar FA, Jumat (5/2/2021).
Ia menuturkan, dari Garut dirinya ke Kota Tasikmalaya menggunakan mobil rentalan. Sebelum mencuri 2 helm di Kota Tasik, dirinya mencuri helm di Garut.
"Helm yang sudah dicuri dijual melalui media sosial seharga Rp 150 ribu per buah," ucapnya.
Menurutnya, uang hasil penjualan helm digunakan untuk membayar cicilan HP yang dikreditnya melalui aplikasi pinjaman online.
"Saya kredit HP Iphone 11 seharga Rp11 juta," ungkapnya.
Pemuda berusia 27 tahun ini juga mengaku pernah dipenjara selama 3 bulan di lapas Garut dengan kasus yang sama yakni mencuri helm.
Baca Juga: Dahsyatnya Letusan Gunung Galunggung, Mampu Padamkan Mesin 2 Jumbo Jet
"Tahun 2017 saya masuk penjara, vonis 3 bulan," tandasnya.
Dirinya menambahkan, selama ini tidak memiliki pekerjaan sehingga nekat mencuri untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan membayar cicilan hape.
"Kapok pak, gak akan mencuri lagi," pungkasnya.
FA sebelumnya diamankan Polsek Cihideung Polresta Tasikmalaya lantaran tertangkap basah mencuri helm di tempat parkir sebuah pusat perbelanjaan di Kota Tasikmalaya, Jumat (5/2/2021).
Petugas parkir, Aep Saepudin (30) mengatakan, pelaku terlihat mencurigakan di lokasi parkiran sepeda motor. Helm curian dimasukan ke dalam tas pelaku.
"Saya curiga, pelaku ini memasukan jaketnya beberapa kali ke tas. Kemudian pelaku memasukan helm yang berada di atas spion motor," ujar Aep.
Berita Terkait
-
Menteri PPPA Tegaskan Kasus 'Sewa Pacar' di Tasikmalaya Bukan Hiburan, Tapi Child Grooming
-
Apel Akbar Guru Honorer, 2.900 Guru Madrasah Desak Status PPPK
-
Daftar iPhone Lama yang Masih Dapat Update iOS 26.2, Cek Apakah iPhone 11 Masih Kebagian
-
4 Fakta Desa Naga: Sajikan Keindahan yang Terbalut dengan Cerita Legenda yang Menarik
-
Drama Penyekapan di Tasikmalaya: Gadis 15 Tahun Disekap 4 Pria, Dipaksa Tenggak Miras
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
Lolos dari Jerat Majikan dan TPPO! Tangis Haru Pecah Saat Dua PMI Asal Banjar Tiba di Tanah Air
-
Sindikat Mafia Dapur MBG di Ciamis! Setor Rp 135 Juta Demi "Klik" Titik Koordinat
-
Bukan Cuma Lokal, Pesona Wisata Ciamis Pikat Turis Asing Saat Libur Lebaran 2026
-
Niat Bayar Pertamina Malah Kena "Rampok" Rp 128 Juta! SPBU Ciamis Hubungi Call Center Palsu
-
Jerit Warga Pelosok Sukabumi Cari Gas Melon: Harga Tembus Rp 30 Ribu, Dapur Terancam Tak Ngebul