SuaraJabar.id - Aksi copet masih terus terjadi di Kota Bandung. Bukan lagi di tempat wisata seperti Alun-alun Kota Bandung atau Jalan Braga, komplotan copet juga berani beraksi di masjid.
Aksi copet di dalam masjid itu terekam kamera CCTV dan menyebar di jejaring media sosial.
Dari keterangan di sejumlah video yang beredar, aksi copet ini terjadi di sebuah masjid di daerah Lodaya Kota bandung. Waktunya pada Jumat (4/6/2021) kemarin.
Dalam video terbaru, pelaku juga memanfaatkan kesibukan para jemaah yang berdesak-desakan setelah salat Jumat.
Jika sebelumnya eksekusi pelaku tidak terlihat terlalu jelas, di video CCTV yang kedua tampak 2 pelaku yang mengodok-odok tas korban yang diselempang ke belakang.
Pelaku pertama mengenakan jaket berwarna hitam menggunakan sajadah untuk menyembunyikan tangannya saat beraksi. Namun aksinya tidak berhasil karena ada jemaah lain yang berdiri di belakangnya.
Setelah pelaku pertama gagal, pelaku kedua yang mengenakan kemeja motif kotak-kotak melanjutkan aksi dan berhasil dalam waktu singkat. Setelah itu, pelaku berbaur dengan kerumunan yang meninggalkan masjid.
Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada informasi lebih lanjut apakah dua pelaku di video pertama dan kedua tergabung dalam suatu komplotan yang sama.
Aksi copet kali ini membuat netizen semakin geram. Mereka kesal karena Kota Bandung dirasa semakin kurang aman.
Baca Juga: Alert! Penambahan Kasus Covid-19 di Kota Bandung Lebih dari 100 per Hari
"Dibiarkan.. lamakelamaan terbiasa dan jadi bahan komen guyonan. Miris, jaringannya seolah dibiarkan.." tiulis pemilik akun Instagram @
daniel_d_alfiqh.
"Terinspirasi dari apa bisa menjadi copet dan semudah itu,sungguh di sayangkan bandung tercoreng karna copet ya banyak berkeliaran." tambah netizen lainnya.
Ada pula netizen yang menyayangkan aksi copet terjadi di tempat ibadah yang seharusnya menjadi tempat yang suci.
"Iman nya kemana tuh ? Astaghfirullah sia sia sholat nya," tulis @adika1_.
Berita Terkait
-
Persib U-18 Diserang Suporter Ini di Rest Area KM 360 Batang, Kepolisian Didesak Usut Tuntas
-
Persija Ikut Bersuara ada Penyerangan Persib U-18, Tegaskan Rivalitas Bukan Alasan Kekerasan
-
Bus Persib Bandung U-18 Dirusak dan Koper Dijarah, Operator Minta Polisi Usut Tuntas
-
Bus EPA Persib U-18 Diserang, Ketum Jakmania: Jelas Salah, Mohon Maaf
-
Dedengkot Jakmania Geram Suporter Serang Bus Pemain EPA Persib Bandung U-18: Gobl*k!
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
DPRD Jabar: Penyerangan Bus Persib U-18 Bukan Rivalitas, tetapi Kriminalitas
-
Utang Rp25 Juta Diduga Jadi Motif Pembunuhan Sopir Ojol di Sumedang
-
BRI Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Gelaran MotoGP Mandalika 2026, Pariwisata Ikut Terdorong
-
KPK Panggil Mantan Direktur Keuangan Bank BJB Terkait Kasus Iklan Rp223,6 Miliar
-
Persib Bandung Desak Penyerangan Bus Tim di Rest Area Batang Diusut Tuntas