Scroll untuk membaca artikel
Suhardiman
Jum'at, 13 Agustus 2021 | 14:04 WIB
Fajar Taupik (41) penyintas Covid-19 asal Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. [suara.com/Ferry Bangkit Rizki]

Dirinya merasakan berbagai gejala yang cukup membuatnya ketakutan. Dari mulai badan pegal-pegal, demam hingga pengap. Padahal ia tak memiliki riwayat penyakit asma.

Puncaknya pada hari kelima Fajar merasakan betul ketakutan. Ia mengalami sesak nafas yang menurutnya serasa akan meninggal. Ketakutan nya semakin menjadi ketika dalam grup WhatsApps bersama teman-temannya ada lima orang yang meninggal akibat virus korona.

"Isi grupnya itu ada 19 orang temen saya yang positif semua. Ada 5 yang meninggal. Kan makin serem. Akhirnya keluar aja dari grup," ungkap Fajar.

Dirinya sempat membuat surat wasiat. Sebab sata itu Fajar merasa semakin dekat dengan kematian. Surat wasiat itu berisi utang-utang dirinya beserta sumber uang untuk membayarnya.

Baca Juga: Preview Pekan Pertama Liga Inggris, Ini Statistik dan Fakta Lengkapnya

Namun, Tuhan masih baik kepadanya. Fajar akhirnya menang melawat Covid-19. Ia dinyatakan sembuh setelah 25 hari menjalani isolasi mandiri. Berbagai obat hingga ramuan tradisional dikonsimsinya selama menjalani isolasi.

"Pas saya sembuh, surat wasiatnya langsung saya sobek-sobek," tuturnya.

Dari pengalaman kelamnya itu, Fajar meminta masyarakat agar tak abaikan terhadap protokol kesehatan. Bagi yang sudah masih positif Covid-19, ia menyarankan agar tak banyak pikiran sebab bisa mengganggu mental hingga menurunkan imun tubuh.

"Saya juga lebih merasakan lagi makna keluarga. Intinya jangan panik dan jaga protokol kesehatan," tukasnya.

Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki

Baca Juga: Wanita Digorok Tewas di Kost Agen PO Rosalia, Ditemukan Tukang Sayur

Load More