SuaraJabar.id - Presiden Joko Widodo mendapat laporan dari Bupati Garut Rudy Gunawan mengenai kondisi kurangnya dosis vaksin COVID-19.
Hal itu disampaikan Rudy Gunawan pada Presiden Jokowi saat video telekonferensi dalam Gebyar Vaksinasi Provinsi Jawa Barat di SMPN 4 Tarogong Kidul, Garut, Sabtu (28/8/2021).
"Sekarang ini vaksin yang datang ke Garut itu sangat minim Pak, sehingga kami ini sebenarnya mampu 60 ribu per bulan, kami sekarang vaksin itu hanya sekitar 25-30 ribu," kata Bupati saat video telekonferensi dengan Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dikutip dari Antara.
Bupati mengatakan Kabupaten Garut saat ini sedang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 atau turun dari Level 3 karena adanya penurunan kasus positif COVID-19.
Selama PPKM Level 2, kata Bupati, pihaknya terus melakukan vaksinasi dengan menyiapkan dua ribuan vaksinator dari unsur Dinas Kesehatan, kemudian TNI dan Polri yang memiliki kemampuan 60 ribu vaksinasi per bulan.
"Kami ini punya 1.500 vaksinator ditambah TNI Polri hampir 2 ribu (vaksinator)," katanya.
Ia berharap adanya vaksinator yang banyak itu dapat diimbangi dengan lebih cepatnya pendistribusian vaksin ke Kabupaten Garut untuk mempercepat vaksinasi di daerah.
"Kami mempunyai 67 Puskesmas dan vaksinatornya sekarang banyak yang nganggur (tidak melakukan vaksinasi) pak," kata Bupati.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melalui video telekonferensi menyampaikan Pemkab Garut disarankan untuk mengikuti arahan dari Pemerintah Provinsi Jabar dalam melaksanakan vaksinasi yang ditargetkan selesai Desember 2021.
Baca Juga: Ke Kebun Raya Bogor, Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi Pelajar
"Testing, tracing, tracking tingkatkan jangan menurun, kemudian vaksinasi juga sama ikuti arahan dari provinsi jumlahnya agar Desember bisa selesai," katanya.
Sementara itu, kegiatan Gebyar Vaksinasi COVID-19 Provinsi Jabar untuk tingkat Kabupaten Garut mendapatkan kuota 17 ribu dosis vaksin yang pelaksanaannya tersebar di 28 titik atau sentra vaksinasi yakni sekolah, kantor desa, pondok pesantren dan kantor lembaga-lembaga lainnya.
Berita Terkait
-
Aksi Gadis Mabuk Ancam Golok ke Warga di Garut Bikin Resah hingga Ditangkap Polisi
-
Polisi Bongkar Peredaran Sabu Modus Permen Jeruk di Garut
-
Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar
-
Tak Sekadar Sertifikat, Brand Kuliner Asal Garut Jadikan Halal Integrity Fondasi Utama
-
Gibran hingga Dito Ariotedjo! Daftar Pejabat, Menteri dan Jenderal di Lingkaran Bisnis Raffi Ahmad
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan
-
Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor
-
Dedi Mulyadi: Pilkades di Jabar Tanpa Kertas Suara dan Penghitungan Lama