SuaraJabar.id - Sepucuk pistol ditemukan di kamar kontrakan tempat ditemukannya mayat seorang pria dan wanita di Kampung Cibodas Pasar, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.
Kekinian, polisi kembali melakukan olah TKP tewasnya sejoli tersebut. Olah TKP kali ini dilakukan bersama tim identifikasi dari Polda Jabar.
Dalam olah TKP tersebut, polisi menemukan 2 buah proyektil berikut selongsongnya di dalam kamar kontrakan lokasi ditemukan mayat sejoli tersebut.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan mengatakan, sejauh ini pihaknya masih menyelidiki terkait asal muasal senjata api jenis pistol dan 2 buah proyektil yang ditemukan di lokasi kejadian. "Kita masih selidiki senjata api yang diiduga digunakan untuk menembak," ujar Aszhari Kurniawan, Senin (25/10/2021).
Menurutnya, dari hasil olah TKP dengan hasil autopsi tim forensik Polda Jabar, terdapat kesesuaian penyebab tewasnya sejoli di kamar kontrakan.
"Jadi korban perempuan ditembak terlebih dahulu dan korban laki-laki menembak dirinya sendiri," ucapnya.
Ia memastikan bahwa kejadian tersebut tidak melibatakan pihak ke-3 atau orang lain, sehingga kasus tewasnya sejoli di kamar kontrakan bisa dikatakan sudah selesai.
Kendati demikian, pihaknya terus menyelidiki terkait senjata api jenis pistol dan 2 proyektil yang ditemukan di lokasi kejadian. "Kita masih selidiki asal muasal senjata api itu," kata Aszhari Kurniawan.
Sebelumnya, mayat seorang perempuan yang bekerja sebagai satpam di pabrik garmen Teodore ditemukan tewas di kamar kontrakannya bersama teman prianya, Sabtu, 23 Oktober 2021. Perempuan tersebut diketahui bernama Widianingsih (42) dan teman prianya bernama Sutriono seorang pensiunan berpangkat Sersan du (Serda).
Baca Juga: Sopir Tewas Tergencet, Polisi Olah TKP Tabrakan Maut TransJakarta di MT Haryono
Saat ditemukan, mayat keduanya nya dalam kondisi berlumuran darah dengan posisi saling berpelukan. Polisi yang melakukan olah TKP menemukan sepucuk senjata api jenis pistol di lokasi kejadian.
Jenazah keduanya telah diautopsi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soekardjo Kota Tasikmalaya pada Minggu, 24 Oktober 2021. Dari hasil autopsi ditemukan adanya luka yang diduga bekas tembakan pada bagian leher dari kedua jenazah.
Kepala tim forensik Polda Jabar dr. Fahmi Arief Hakim mengatakan, pihaknya mengautopsi 2 jenazah berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.
"Kasusnya ada 2 jenazah yang kita periksa, yang satu berjenis kelamin laki-laki dan yang satu berjenis kelamin perempuan," ujar Fahmi seusai autopsi di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, Minggu, 24 Oktober 2021.
Menurutnya, kedua jenazah sudah dalam kondisi membusuk dan bengkak serta mengeluarkan aroma tidak sedap. Ia menyebut, autopsi ini dilakukan bukan hanya untuk mencari sebab kematiannya, tapi ada aspek lain yang langsung berhubungan dengan dampak kekerasannya.
" 2 jenazah ini diduga ada luka yang mungkin semua sudah tahu, tetapi autopsi ini dilakukan bukanya hanya untuk mencari sebab kematiannya tetapi ada aspek-aspek yang langsung berhubungan dengan dampak kekerasannya yang meliputi dari arahnya, bentuk lukanya, kemudian juga ada kesesuaian antara dugaan motifnya dengan temuan dalam hasil pemeriksaannya," ucapnya.
Berita Terkait
-
Novel Insiden Berdarah: Saat Misteri Menyeret Isu Sosial ke Permukaan
-
Yang Datang Setelah Menggosipkan Orang
-
Satpam Supermarket di Tambora Ditangkap Usai Gasak Sembako Rp 70 Juta untuk Judi Online
-
PKSS Targetkan Standar Pelayan Pekerjanya
-
Siapakah Dua Bocah yang Bermain di Kuburan Tua Dini Hari itu?
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Tiga Tahun Disekap Kekasih di Bandung, Pesan Kabar Baik ke Keluarga Ternyata Akal-akalan Pelaku
-
Misteri Pesan WA Anonim Ungkap Penyekapan Tragis 3 Tahun di Bandung
-
Hubungi Keluarga Korban via Telepon, Hotman Paris: Jangan Takut, Laporkan Jika Ada Korban Lain
-
Hotman Paris Beri Pendampingan Hukum Gratis untuk Korban Penganiayaan di Bandung
-
Pemeriksaan Perdana Kasus Korupsi Tunjangan DPRD, Wabup Indramayu Syaefudin Diperiksa Kejati Jabar