Direktur Eksekutif Yayasan Cahaya Inklusi Indonesia (CAI), Kustini, sebagai inisiator kegiatan mengakui bahwa selama ini pelatihan manajemen kebencanaan bagi disabilitas memang masih sangat langka.
Padahal, kata Kustini, jika mengacu pada pasal 11 Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas atau Convention on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD) negara sepatutnya berperan aktif dalam menjamin perlindungan dan keselamatan kelompok disabilitas dalam situasi berisiko, darurat kemanusiaan dan bencana.
Kustini sendiri merupakan perempuan disabilitas daksa. Menurutnya, saat terjadi bencana perempuan disabilitas menjadi kelompok yang sangat rentan.
Atas dasar itu, bekerjasama dengan aktivis lingkungan yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bandung, Kustini dan kawan-kawan dari CAI membuat program yang rencananya bakal bergulir selama setahun itu.
"Perempuan disabilitas sangat rentan. Upaya peningkatan kapasitas untuk pengurangan risiko bencana harus mendapat perhatian," katanya.
"Kalau kami menunggu negara, mau kapan? Mungkin belum tentu," tegasnya.
Kontributor: M Dikdik RA
Berita Terkait
-
Sesaat Lagi Kick Off! Link Live Streaming Persib vs Bali United Malam Ini, Maung Bandung Juara?
-
Soal Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Istana: Masih Bisa Kita Tangani
-
Cari Talenta Musik Terbaik, Icon Records Buka Audisi Besar-besaran di Bandung 19 Agustus 2026
-
Respons BEM UI Soal Status Bencana Nasional di NTT, Pimpinan DPR: Yang Penting Penanganannya
-
Jalan Terjal Persib di ACL 2, FC Seoul dan Melbourne Victory Jadi Calon Lawan
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Pulang Belanja Sayur Subuh Hari, Nenek 62 Tahun di Bogor Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Pembatas
-
Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor
-
Tolic Wanti-wanti Rival: Ketika Semua Menyatu, Persib Bakal Jadi Tim Luar Biasa
-
Gunakan Uang APBDes Rp574 Juta untuk Renovasi Rumah dan Bayar Utang, Kaur Keuangan Desa di Sukabumi
-
BPK Apresiasi Transformasi Kementerian Hukum, Tata Kelola Terus Didorong Menguat