"Untuk orangtuanya aku bisa menghormati mereka walaupun mereka sering mencari kesalahan-kesalahanku, menjelekan aku ke orang lain. Di mata mereka tidak ada yg benar atas semua yg aku lakukan. Bahkan suami yg termasuk dia teman hidupku pun dilarang curhat, cerita apa yg ada di hati dan benakku," ucap wanita itu.
Dari beberapa cobaan itu, Fella selalu tetap sabar menghadapi kehidupannya. Walaupun sangat sulit untuk menahan rasa sakit yang menyayat hati itu.
"Tapi aku sabar menghadapi mereka semoga mereka sadar. Aku disini ikut suami untuk mengabdi kepada suami. Jujur capek, sempat mau minta pisah ke suami karna orangtua suami terlalu ikut campur urusan rumah tanggaku, tapi suami menolak. Dan sekarang aku hamil semoga mereka bisa menerima aku dan anaku dengan baik, dan aku bisa merawat anak dan suamiku dengan baik," pungkas Fella.
Curhatan di atas cukup mengandung bawang karena Fella tidak memiliki bahu untuk bersandar saat dirinya sedang terpuruk. Walaupun demikian, Fella tetap tegar dalam menghadapi cobaan demi rumah tangga yang ia perjuangkan.
Baca Juga: 4 Hal yang Membuat Kamu Nyaman Dijadikan Tempat Curhat, Sosok Panutan!
Selain curhatan di atas, ada banyak curhatan pemirsa yang bakal tayang di KapanLagi.com. Pantengin terus ya! Tak hanya itu, problem dan drama yang tak kalah seru juga hadir di sinetron Buku Harian Seorang Istri. KLovers wajib banget tonton sinetron tersebut setiap hari pukul 21.30 WIB di SCTV!
2. Sinopsis 'Buku Harian Seorang Istri'
Seperti yang KLovers tahu, Buku Harian Seorang Istri ini punya jalan cerita yang tak diduga-duga. Awalnya, Nana dan Dewa tak saling cinta namun lama-lama mereka jadi pasangan paling romantis. Kemesraan mereka tak berjalan mulus-mulus saja. Pasalnya, selalu ada rintangan yang datang. Mulai dari kesalahpahaman, hingga kehadiran Fajar yang diperankan Rangga Azof serta kehadiran Dewi yang diperankan Claresta Taufan.
Lantas seperti apa sih kelanjutan nasib Dewa dan Nana? KLovers wajib banget nonton terus Buku Harian Seorang Istri setiap hari pukul 21.30 WIB hanya di SCTV.
Sebagai informasi, sinetron Buku Harian Seorang Istri sampai sekarang ini masih setia menemani pemirsa. Alhasil, sinetron produksi Sinemart tersebut mampu meraih prestasi besar dengan mencapai 300 episode.
Baca Juga: 4 Cara Terbaik Menanggapi Teman yang Curhat, Jangan Menyudutkan!
Diketahui, pencapaian 300 episode sinetron Buku Harian Seorang Istri ini dimeriahkan dalam suatu program curhat bareng. Jadi para pemirsa yang baper dengan kisah Nana-Dewa bisa banget buat ikut curhat.
Berita Terkait
-
Jessica Iskandar Curhat Soal Kehidupannya Sambil Menangis : Aku Capek Banget
-
Hukum Curhat di Kuburan, Momen Angelina Sondakh Ziarah ke Makam Adjie Massaid Tuai Perbincangan
-
Ogah Bikin Mobil Curhat Gagasan Ridwan Kamil, Pramono Anung: Curhatnya di Taman Saja
-
Viral Istri Pulangkan Suami ke Ibunya, Mana yang Harus Diutamakan Pria dalam Rumah Tangga?
-
Dunia Anonim: Perlindungan Emosi atau Bahaya Tersembunyi?
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar