SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memenuhi undangan Gubernur Aceh untuk mengikuti perayaan peringatan 17 tahun tsunami Aceh.
Dalam kesempatan tersebut, Ridwan Kamil melaporkan pihaknya selalu merawat makam pahlawan nasional asal Aceh Cut Nyak Dhien di Sumedang dengan baik.
"Saya ke sini (Aceh) termasuk mau melaporkan bahwa makam Cut Nyak Dhien yang di Sumedang kami rawat, renovasi, cat ulang setiap tahun," kata Ridwan Kamil, di Banda Aceh, Sabtu (25/12/2021) dikutip dari Antara.
Ridwan menyampaikan, perawatan makam pahlawan perempuan asal Aceh itu dilakukan sebagai tanda cinta masyarakat Sunda atau Jawa Barat secara umumnya kepada Aceh.
"Ini sebagai rasa cinta masyarakat Sunda kepada bangsa Aceh, khususnya melalui makam yang sangat mulia yaitu pahlawan nasional Cut Nyak Dhien," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu.
Dalam kesempatan ini, Kang Emil menuturkan bahwa Cut Nyak Dhien memiliki empat nama sebutan oleh orang Sunda, pertama disebut dengan Ibu Nyak Dhien sesuai namanya, lalu Ibu Ratu yang berarti penghormatan tertinggi, Ibu Suci serta Ibu Prabu.
"Jadi Cut Nyak Dhien mempunyai nama istimewa di hati orang Sunda, sampai dikasih empat nama istimewa," katanya.
Seperti diketahui, Cut Nyak Dhien adalah seorang pahlawan nasional perempuan asal Aceh yang lahir di Lampadang, Kerajaan Aceh pada tahun 1848. Ia berjuang melawan penjajahan Belanda.
Pada tahun 1880, Cut Nyak Dhien menikah dengan Teuku Umar yang juga salah seorang pahlawan nasional dari Aceh.
Baca Juga: Keseruan Lomba Pacuan Kuda Tradisional Gayo
Keberadaan Cut Nyak Dhien dianggap masih memberikan pengaruh kuat terhadap perlawanan rakyat Aceh serta hubungannya dengan pejuang Aceh yang belum tertangkap membuatnya kemudian diasingkan ke Sumedang.
Cut Nyak Dhien meninggal pada 6 November 1908, lalu tidak lagi dipulangkan ke Aceh, dan dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang, Jawa Barat.
Berita Terkait
-
Walhi Ungkap Parahnya Bencana Ekologis Aceh Tamiang, Negara Baru Hadir Sepekan Kemudian
-
Tanah Amblas Gerus Perkebunan Warga di Aceh Tengah
-
Tanpa Digaji, 1.142 Taruna KKP Dikirim ke Aceh dan Sumatra Jadi Relawan Bencana
-
Rapat Koordinasi Bencana di Aceh: Dasco Telepon Langsung Presiden Prabowo
-
Shandy Purnamasari dan Ekspedisi Dapur Kemanusiaan, Bawa 99 Ribu Porsi Makanan ke Aceh Tamiang
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
4 Tips Belanja Sayur Online Dari Rumah, Pilih Toko Tepercaya Seperti BlibliFresh
-
Fakta-fakta di Balik Video Viral Pengeroyokan Guru: Ada Tantangan Duel Jantan Saat Jam Istirahat
-
Basarnas Pantau Ketat Kebakaran di Kedalaman Tambang Emas Pongkor
-
Dirjen Politik Kemendagri Akmal Malik Ajak Kepala Daerah Wujudkan Asta Cita Bidang Ketahanan Pangan
-
Viral Screenshot Jokowi Minta Jangan Dipenjara Soal Ijazah Palsu, Ini Fakta Sebenarnya