SuaraJabar.id - Warga Kampung Gunungsumping, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu terlibat kisruh dengan pengembang perumahan di lingkungan tempat mereka tinggal.
Penyebabnya, sejumlah rumah warga rusak akibat dampak dari pembangunan perumahan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi pun turun tangan untuk menengahi konflik antara warga dan pengembang.
"Kami sengaja menggelar audiensi antara warga Kampung Gunungsumping, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu dan pengembang perumahan untuk mencari solusi yang tepat sehingga tidak ada yang merasa rugi di kedua belah pihak," kata Camat Palabuhanratu Ali Iskandar di sela audiensi, Rabu (12/1/2022) dikutip dari Antara.
Menurut Ali, warga yang terdampak pembangunan diberikan kesempatan untuk menyampaikan keluhannya terkait dengan pembangunan perumahan tersebut.
Salah satu keluhan warga adalah pihak pengembang lalai dalam memberikan jaminan keselamatan dan keamanan terhadap warga seperti beberapa rumah warga rusak akibat bencana banjir dan tanah longsor yang dipicu dari pembangunan tersebut.
Warga meminta pengembang untuk membuatkan tembok penahan tanah (TPT) guna mencegah tanah longsor dan banjir.
Mereka juga meminta pengembang melakukan rehabilitasi terhadap warga yang terkena dampak, mulai dari bagian dapur dan toilet yang jebol sampai kehilangan barang dan lainnya.
Maka dari itu, pihaknya sengaja menggelar audiensi ini sekaligus menengahi kekisruhan tersebut agar tidak berlarut-larut.
Baca Juga: Pulang dari Arab Saudi, TKI Asal Sukabumi Positif Covid-19 Varian Omicron
"Yang terpenting adalah komitmen pengembang perumahan untuk menindaklanjutinya," kata Camat Palabuhanratu.
Ali mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi, melihat dan mendengar langsung apa yang menjadi keluhan warga, khususnya mereka yang terdampak, agar pengembang segera menindaklanjutinya.
Meskipun demikian, lanjut dia, pembangunan harus terus berjalan dalam rangka investasi dan warga pun harus memberikan kesempatan agar pembangunan bisa tetap terlaksana. Di sisi lain, pengembang harus menyiapkan segala sesuatunya agar tidak ada dampak lagi pada masyarakat.
Dikatakan pula bahwa TPT segera dibangun agar tidak memicu terjadinya banjir dan longsor jika terjadi hujan. Selain itu, membangun embung untuk mengalihkan saluran air yang tadinya masuk ke perkampungan menjadi tertampung.
Terkait dengan penanganan pengaduan masyarakat yang terdampak banjir, menurut Kabid Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi Suhebot Ginting, sebenarnya sudah diterima dan ditangani oleh pihak kelurahan dan kecamatan.
"Langkah yang sudah dilakukan oleh DLH pada hari Selasa (11/1) turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan memberikan arahan kepada pengembang agar segera menyelesaikan keluhan yang merupakan permintaan dari warga sehingga pembangunan bisa berjalan kondusif," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
9 Juta Keluarga Butuh Rumah, Lippoland Kembangan Hunian Murah Rp100 Juta
-
11 Tahun Berjuang demi Rumah Warisan, Wiliam Menangis Minta Keadilan ke Presiden Prabowo
-
Food Waste Makin Mengkhawatirkan, Mengapa Sampah Makanan Bisa Picu Pemanasan Global?
-
Tak Lama Disahkan, UU PPRT Digugat ke MK: Iuran Jaminan Sosial Dinilai Cuma Jadi Bahan Tawar-Menawar
-
Suami dan Anak Malas Bantu Beres-Beres Rumah? Jangan-Jangan Akibat Keseringan Diomeli!
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Bupati Karawang Tegaskan Mutasi ASN Tanpa Pungutan: Tak Ada Jual-Beli Jabatan
-
Dua Pelajar Terseret Ombak di Pantai Istiqomah, Satu Selamat, Satu Masih Dicari
-
Pria Ditemukan Tewas di Sungai Cipelang, Dokter Forensik Temukan Sejumlah Luka
-
Mutasi Besar-Besaran Pejabat Polri, Kapolda Jabar Irjen Pipit Rismanto Digantikan Irjen Hengki
-
Sembilan Hakim MK Dilaporkan ke MKMK Terkait Perkara Ijazah Gibran