SuaraJabar.id - Orang tua siswa di Kota Bandung diimbau untuk tidak memberikan uang jajan pada anak mereka yang mengikuti pembelajaran tatap muka atau PTM
Imbauan itu disampaikan Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bandung Asep Gufron. Tujuannya, untuk mencegah para siswa tidak langsung pulang ke rumah setelah proses PTM di sekolah selesai.
Pasalnya kata Asep, jika para siswa berkumpul atau bermain sepulang sekolah, hal tersebut dapat meningkatkan risiko penyebaran COVID-19.
"Jadi saya imbau orang tua SD, SMP, itu anaknya jangan dikasih jajan, uang jajan," kata Asep di Balai Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/2/2022) dikutip dari Antara.
Karena menurutnya peran orang tua sangat penting untuk dapat mencegah COVID-19 di lingkungan pendidikan atau di lingkungan keluarga.
Ia mengatakan meski anak tak diberi uang jajan, menurutnya hal tersebut bisa diganti dengan memberi bekal makanan dari rumah. Selain hemat, menurutnya anak-anak dapat dipastikan mendapat makanan yang higienis.
"Jadi lebih baik dikasih makan aja, biar nanti dimakan, kan higienis juga," kata dia.
Dia mengatakan para siswa yang tidak langsung pulang ke rumah setelah pelaksanaan PTM menjadi permasalahan bagi pengendalian COVID-19 di sektor pendidikan. Pasalnya pihak sekolah hanya dapat memastikan protokol kesehatan berjalan di sekolah.
"Jadi sekolah wajib punya Satgas, mereka harus mengedukasi, mengevaluasi, dan membubarkan siswa ketika sepulang sekolah," kata dia.
Saat ini telah ditemukan sebanyak 14 orang di lingkungan pendidikan yang terkonfirmasi COVID-19 berdasarkan tes acak di sejumlah sekolah. Dari 14 orang tersebut, 13 orang di antaranya merupakan siswa dan satu orang guru.
Baca Juga: Ada Kluster di Sekolah, Gibran Pastikan PTM Tetap Berjalan: Tenang Saja!
"Kita terus lacak bukan hanya di lingkungan sekolah, kita terus upayakan testing dan tracing, itu otomatis," kata Asep.
Berita Terkait
-
Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota
-
Faktor X yang Buat Beckham Putra Cs Tak Dipanggil John Herdman, Masalah Attitude?
-
Prediksi Skor Eks Menkeu Purbaya Laga Persijap Jepara vs Persib Bandung
-
Viral Gaya Bicara Diduga Kajari Bandung 'Ngajak Ribut' Bikin Wartawan Naik Pitam
-
118 Gempa Guncang Bandung, BMKG Temukan Area Sumber Seismik Baru yang Belum Terpetakan
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Resmi Dilantik, GEKRAFS Kota Cirebon Siapkan Etalase Digital dan Program Kreator Lokal
-
Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong
-
65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung
-
Bikin Elus Dada! Anak di Gunungsindur Bogor Tega Aniaya Sang Ayah Hingga Meninggal
-
Bantah Isu Fasilitas Khusus, Pengacara: Ferdy Sambo Huni Sel Blok A 2.5 Lapas Cibinong