SuaraJabar.id - Persib Bandung bakal melakoni laga kontra PSIS Semarang di di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (15/2/2022) malam pukul 20.45 WIB.
Laga Persib vs PSIS itu disiarkan langsung oleh stasiun TV Indosiar. Anda juga dapat menyaksikan laga itu melalui Link Live Streaming Persib Vs PSIS Semarang.
Di kubu Maung Bandung, seluruh pemainnya kini dalam kondisi negatif COVID-19.
Meski demikian, Pelatih Persib Bandung Robert Alberts mengatakan kondisi itu bukan berarti seluruh anak asuhnya siap dimainkan di laga kontra PSIS Semarang.
Persib sendiri kini berada di peringkat 4 klasemen sementara BRI Liga I dengan mencatatkan 44 poin dari 23 pertandingan yang telah dijalani.
Sedangkan PSIS Semarang berada di peringkat 8 klasemen sementara BRI Liga 1, dengan perolehan 33 poin, selisih 11 dengan Persib Bandung.
Meski memiliki selisih jauh, Robert Alberts mengingatkan anak asuhnya untuk tetap waspada saat berjumpa PSIS Semarang.
Kondisi lawan yang dikabarkan tak akan lengkap akibat banyak pemain menjalani karantina tak menjadi jaminan bagi Persib untuk menang mudah.
Menurut Robert, PSIS tetap punya kedalaman skuad yang bagus. Selain itu, organisasi tim yang bagus bisa menjadi ancaman bagi Nick Kuipers dan kawan-kawan.
Baca Juga: Profil David Da Silva, Striker Persib yang Sebut Pemain Bukan Tahanan
“PSIS adalah tim yang terorganisir dengan bagus. Jadi tidak peduli siapapun pemainnya mereka bermain di sistem yang sama. Sejauh ini mereka terus menunjukkan perkembangan. Siapapun yang bermain, berapapun pemain yang mereka punya, kami menatap laga ini dengan memasang komposisi pemain terbaik,” kata pelatih asal Belanda tersebut dikutip dari situs resmi klub.
Di lain pihak, PSIS Semarang ingin mengakhiri puasa kemenangan saat menghadapi Persib Bandung.
"Persiapan kami seperti biasa dengan menganalisa dua permainan Persib sebelumnya. Persib merupakan tim kuat, namun kami ingin menang," kata Pelatih Kepala Persib Dragan Djukanovic, dikutip dari laman resmi klub.
Dragan juga mengatakan bahwa saat ini semua pemain harus siap bermain karena mengantisipasi hasil tes PCR yang dilakukan H-1 pertandingan.
Diingatkan Dragan, kesiapan semua pemain sangat penting, apalagi pada laga sebelumnya PSIS mengalami krisis pemain dengan hanya ada 12 pemain yang siap tampil.
“Dengan situasi seperti ini, semua pemain sangat penting. Apalagi seperti beberapa pertandingan sebelumnya kami hanya ada sekitar 12 pemain yang siap dan tak ada pilihan lagi," katanya.
Berita Terkait
-
6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
Dari Rival Jadi Ikon: Jejak Tajam Pemain 'Pengkhianat' di Persib dan Persebaya
-
Deretan Skor Terbesar Persib vs Persebaya: 8 Tahun Lalu di Wayan Dipta Bajul Ijo Gilas Maung
-
Prediksi Skor, Susunan Pemain Persib Bandung vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Warga Jabar Keluar dari Kemiskinan, Tapi Kok Kesenjangan Malah Melebar? Ini Faktanya
-
Persib Bandung Matangkan Persiapan di Bali, Igor Tolic Jadikan Dua Laga Uji Coba sebagai Tolok Ukur
-
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Semi-Permanen di Ciamis Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp40 Juta
-
TPT Jembatan Cikalomeran Sukabumi Ambruk Saat Dikerjakan, Warga Kini Was-was
-
Kemiskinan Jabar Turun Jadi 6,54 Persen, tetapi Ketimpangan Justru Melebar