SuaraJabar.id - RSUD Karawang saat ini menjadi salah satu rumah sakit rujukan di Jawa Barat. Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana meminta kepada pihak manajemen untuk meningkatkan pelayanan.
"Sekarang RSUD Karawang sudah menjadi rumah sakit rujukan untuk penyakit jantung atau kardiovaskuler," katanya.
Selanjutnya, kata dia, RSUD Karawang akan menangani penyakit-penyakit kronis lainnya.
Menurut dia, ada sembilan jenis penyakit terbesar di Indonesia yang salah satunya adalah kanker untuk bisa ditangani di RSUD Karawang.
"Kini tengah dipersiapkan dengan sebaik-baiknya sejumlah fasilitas layanan yang sesuai standar rumah sakit rujukan untuk masyarakat," kata Bupati.
Disampaikannya, saat ini juga, RSUD Karawang tengah mempersiapkan telemedisin dengan memanfaatkan teknologi informasi. Melalui inovasi ini nantinya masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan pelayanan kesehatan dari RSUD.
"RSUD Karawang saat ini memiliki karyawan sebanyak 1.178 orang yang terdiri dari dokter, dokter spesialis, perawat dan pegawai lainnya yang siap membantu dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," kata dia.
Ia berharap agar seluruh pegawai RSUD Karawang bisa terus meningkatkan kualitas, baik kualitas sumber daya manusia juga kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. [Antara]
Baca Juga: Yuk Merapat, Berikut 8 Titik di Karawang yang Bagikan Takjil Gratis Selama Ramadhan 1443 H
Berita Terkait
-
Yuk Merapat, Berikut 8 Titik di Karawang yang Bagikan Takjil Gratis Selama Ramadhan 1443 H
-
Meski Orang Asing, Ibu Penderita Kanker Ini Titipkan Sang Anak ke Perawatnya
-
Ahli Temukan Kurang Tidur dari 6 Jam Tingkatkan Risiko Kanker, Ini Alasannya
-
FMCG Insights Kritik Akademisi yang Anggap Enteng Bahaya Air Galon: Jangan Mengekor Industri
-
Pasien Kanker Darah Tetap Berisiko Terinfeksi Covid-19 Meski Sudah Vaksin, Kok Bisa?
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Mengenal 'Predator', Sapi Simental 1,1 Ton Milik Presiden Prabowo untuk Warga Sukabumi
-
Sering Dikeluhkan Warga di Medsos, Dinkes Bogor Ancam Beri Sanksi Puskesmas Cisarua
-
Sentil Penataan Keraton, KDM: Jangan Buru-Buru Pikir Wisata, Urus Lembur dan Kota Dulu
-
Bupati Sukabumi Bantah Masjid Al Afghani Mangkrak, Asep Japar: Terkendala Keterbatasan Anggaran
-
Misteri Masjid Al Afghani Sukabumi: Habiskan Rp3,6 Miliar APBD, Kini Mangkrak dan Dipenuhi Ilalang