SuaraJabar.id - Tapir betina penghuni Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoological Garden (Bazooga) bernama Tinuk melahirkan anak betina seberat enam kilogram pada 28 April 2022.
Bayi tapir betina yang belum diberi nama ini kini resmi menjadi penghuni baru Kebun Binatang Bandung.
Tinuk sendiri didatangkan dari Taman Safari Indonesia pada 2015 lalu. Sedangkan, untuk pejantannya merupakan Tapir berusia 8 tahun yang lahir di Bazooga.
Marketing Communication Kebun Binatang Bandung Sulhan Syafi'i mengungkapkan, anak tapir betina ini merupakan tapir ke-9 yang lahir di Bazooga.
"Artinya, kita sekarang sudah memiliki 10 ekor tapir. Jadi total ada 6 jantan 4 betina termasuk yang terakhir, yang betina ini ya," ujar Sulhan di Bazooga, Jumat (20/5/2022).
Sulhan mengaku hingga saat ini anak tapir betina tersebut belum diberi nama serta pihaknya sedang mencari bapa angkat bagi anak tapir betina tersebut.
"Kita akan mencarikan bapa angkat siapa saja untuk memberikan nama untuk anak tapir ini. Syaratnya tidak ada, hanya mendaftar ke pihak bonbin nanti kita seleksi, yang kompeten kita pilih jadi bapa angkatnya," jelasnya.
Untuk pakan, lanjut Sulhan, tapir yang berada di Bazooga biasa diberikan sesuai dengan pakan yang biasa dikonsumsi oleh tapir di alam liar seperti dedaunan, rumput dan buah-buahan.
"Makanan pokoknya itu daun-daunan, kalau di alam habitatnya bisa makan rumput. Sekarang, di sini kita kasih kangkung kacang panjang ada wortel ada juga pepaya itu yang kita kasih," jelasnya.
Sementara itu, Dokter Hewan Bazooga Josephine Bernadette menyebut anak tapir betina ini lahir secara normal dan berada dalam kondisi sehat.
"Kesehatan sampai sekarang itu baik, normal dari awal lahir. Indukan juga sangat sayang ya, jadi merawat anaknya dengan baik. Kondisi anaknya juga aktif ya karena perlu main-main juga," ujarnya.
Menurutnya, anak tapir ini akan berubah warnanya ketika mencapai usia 6-8 bulan dari belang hitam putih menjadu warna abu-abu seutuhnya.
"Ketika umur 2 tahun mulai dewasa kelamin, nah sebelum dia mulai dewasa sudah kita pisahkan karena mereka kan satwa jenis soliter ya tapi sebenarnya ini sama-sama betina itu gapapa dalam satu kandang," jelasnya.
"Karena kalau sekarang anaknya itu kita pegang takutnya stress, jadi kita menjaga agar induknya juga tidak stress anaknya dipegang orang lain," imbuhnya.
Tag
Berita Terkait
-
Luas Biasa! 29 Ribu Bobotoh di GBLA Bikin Layvin Kurzawa Berasa di Rumah Sendiri
-
Persib Tundukkan MU dengan Skor Meyakinkan, Umuh Muchtar Puas Dendam Lama Terbalas
-
Bojan Hodak Beri Jawaban Soal Status Febri Hariyadi di Persib Bandung
-
Persib Rekrut Sergio Castel, Sosok Ini Tergeser dari Tim
-
Cetak Gol ke Gawang Malut United, Saddi Ramdani Tetap Merendah
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
4 Rekomendasi Destinasi Wisata di Purwakarta - Karawang, Cocok untuk Keluarga dan Gen Z
-
Berawal dari Kenalan di Medsos, Bayi 2 Bulan di Tasikmalaya Dibawa Kabur Teman Online Sang Ibu
-
Setelah Penantian 12 Tahun, Akhirnya Bunga Bangkai Raksasa Mekar Sempurna di Kebun Raya Bogor
-
Waspada Jebakan Swasembada Beras: HKTI Jabar Desak Pemerintah Prabowo Lakukan Lima Langkah Strategis
-
Dirjen Bangda Kemendagri Ingatkan Pengelolaan Anggaran By Design