SuaraJabar.id - Putra sulung Ridwan Kamil yakni Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril hingga saat ini belum juga ditemukan, namun keluarga sudah mengikhlaskan atas takdir putra kang Emil sapaan akrabnya tersebut.
Keluarga M Ridwan Kamil, yang diwakili Erwin Muniruzaman (kakak kandung RK) mengatakan, bahwa pihak keluarga di Bandung sudah mengikhlaskan atas takdir Emmeril Kahn Mumtadz.
"Pencarian hari ini sudah selesai, kemudian dilanjutkan lagi hari berikutnya. Dari pihak keluarga sudah ikhlas apapun nanti yang akan menjadi takdir dari Eril," kata Erwin dalam keterangan pers Diskominfo mengutip dari Antara.
Saat ini juga kata dia, pihak keluarga di Bandung tengah berkonsultasi dengan ulama sekitar dan MUI, terkait apa yang harus dilakukan orang muslim atas musibah ini dengan syariat islam.
"Dari pihak keluarga sudah berkonsultasi dengan beberapa ulama, seperti Ketua MUI KH Rachmat Syafei dan Ustad Adi Hidayat agar kami dapat mengetahui apa yang seharusnya dilakukan sesuai dengan syariat Islam terhadap apapun yang menjadi takdirnya Eril," tuturnya.
Walaupun demikian, kata Erwin, tim pencari sedang semangat-semangatnya di sana.
Pencarian Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril, putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang hilang saat berenang di Sungai Aare, Kota Bern, Swiss, masih dilakukan hingga hari ini.
Informasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Swiss yang diterima pihak keluarga Ridwan Kamil di Bandung, menyebutkan pencarian sampai Senin (30/5), belum membuahkan hasil.
"Pencarian Eril oleh otoritas terkait masih dilakukan (sampai hari ini). "Kang Emil terus ikhtiar setiap hari, termasuk turun sendiri," tambahnya
Erwin mengungkapkan Wali Kota Bern Alec Van Graffenried sempat menemui Ridwan Kamil di lokasi pencarian. Ia memberikan dukungan yang optimal sekaligus menyampaikan rasa simpati mendalam kepada pihak keluarga.
"Wali Kota Bern berkesempatan memberikan dukungan langsung ke Kang Emil di lokasi pencarian," kata Erwin.
Tak hanya Wali Kota Bern, dalam kesempatan itu salah seorang warga kota tersebut, Heinrich juga menemui Ridwan Kamil.
"Saat itu (Ridwan Kamil) bertemu dengan Pak Heinrich, orang pertama yang merespons permintaan tolong dari adiknya Eril untuk mencari Eril sejak mereka berhasil ke darat," tuturnya. [Antara]
Baca Juga: Pencarian Hari ke-6, MUI Jawa Barat Imbau Warga Salat Gaib Terkait Pencarian Eril
Berita Terkait
-
Pencarian Hari ke-6, MUI Jawa Barat Imbau Warga Salat Gaib Terkait Pencarian Eril
-
MUI Jabar Minta Warga Sholat Gaib untuk Eril, Masih Hilang di Sungai Aare
-
Pencarian Terus Dilakukan, Keluarga Ridwan Kamil Diskusi dengan Ulama Tentang Syariat Islam: Kami Sudah Ikhlas
-
Keluarga Ridwan Kamil Ikhlas dengan Semua Takdir Emmeril Kahn Mumtadz yang Hilang Terseret Arus Sungai di Swiss
-
Kepolisian Maritim Bern Libatkan Masyarakat untuk Cari Eril di Sungai Aare
Terpopuler
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Nonton Pestapora 2026 Makin Praktis, Ada Cashback 20 Persen Pakai QRIS BRImo
-
Daftar Narapidana yang Diduga Dapat Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
-
Hadapi Musim Influenza A, Pentingnya Vaksinasi dan Menyiapkan Kebutuhan Kesehatan di Rumah
-
28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan
-
Kasus Asusila Anak di Tasikmalaya, Polisi Libatkan KPAID untuk Pulihkan Trauma Korban