SuaraJabar.id - Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mendorong agenda tahunan Festival Baso Aci bisa mendunia yang akhirnya mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kabupaten Garut, Jawa Barat.
"Festival-festival yang kita miliki, kita harus festival yang mendunia, kenapa? Karena sekarang yang namanya medsos itu tidak mengenal batas negara," kata Helmi Budiman seusai membuka Festival Baso Aci di Alun-alun Garut, Jumat (1/7/2022).
Ia menuturkan Pemkab Garut mendukung kegiatan yang mengangkat potensi daerah, termasuk produk kuliner seperti bakso aci yang menjadi daya tarik wisatawan untuk mencicipi kuliner khas Garut.
Pemkab Garut, kata dia, selama ini berupaya setiap acara harus bisa tingkat dunia, begitu juga objek wisata harus bisa dikenal oleh banyak orang di berbagai negara, salah satunya wisata Situ Bagendit sedang didorong menjadi wisata kelas dunia.
"Garut ini sekarang mengupayakan 'event-event' menjadi 'event' yang mendunia, Bagendit kami ingin adalah wisata yang mendunia, (gunung) Papandayan juga demikian," katanya.
Ia berharap produk bakso aci yang diklaim sebagai produk Garut bisa juga merambah ke seluruh dunia, terlebih saat ini dikabarkan produk bakso aci dari Indonesia, khususnya Garut sudah tembus ke pasar mancanegara.
"Saya juga membuka IG (Instagram)-nya Pak Sandi Uno (Menteri Parekraf) ketika makan di Amerika, itu oh ini benda ini kayak di Garut, jadi ini kita sekarang harus mendunia," kata Helmi.
Ia mengajak masyarakat seluruh daerah untuk datang ke acara Festival Baso Aci kemudian mencicipi berbagai menu makanan bakso aci dari sejumlah pedagang yang populer dan legendaris.
Menurut dia bakso aci yang diproduksi oleh pelaku usaha kuliner di Garut merupakan bakso aci yang enak, sehingga semua harus mencobanya.
Baca Juga: Pesona Wisata Waduk Bajul Mati, Miniatur Raja Ampat di Banyuwangi
"Saya mohon kepada masyarakat Garut untuk datang, masyarakat Jawa Barat juga saya undang, masyarakat dunia juga saya undang untuk mencicipi baso aci Garut yang paling enak sedunia," katanya.
Ketua Panitia Festival Baso Aci Garut, Raden Dhani Omar Dien menambahkan ada 40 pedagang atau tempat yang menyuguhkan berbagai bakso aci khas Garut yang digelar selama tiga hari sampai Minggu (3/7/2022).
Festival itu, kata dia, merupakan yang kedua, kegiatan pertama diselenggarakan tahun 2019, kemudian tidak diselenggarakan karena ada pandemi COVID-19, selanjutnya dilaksanakan kembali tahun 2022.
"Sekarang bisa dilaksanakan di tahun 2022, alhamdulillah Festival Baso Aci Garut yang isinya itu menjajakan bakso aci terenakl yang ada di Garut," katanya. [Antara]
Berita Terkait
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Nyoman Nadiana, Les Grow, dan Astra: Modal Lokal VS Pendampingan Tepat
-
Ketum TP PKK Ajak Pelajar Biak Cintai Tanah Air Lewat Pemanfaatan Potensi Wisata Bahari
-
Sawah Terendam Rob Disulap Jadi Wisata Kano, Begini Penampakannya
-
Tak Melulu Malioboro, 5 Hidden Gem Jogja yang Wajib Masuk Wishlistmu
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Warga Jabar Keluar dari Kemiskinan, Tapi Kok Kesenjangan Malah Melebar? Ini Faktanya
-
Persib Bandung Matangkan Persiapan di Bali, Igor Tolic Jadikan Dua Laga Uji Coba sebagai Tolok Ukur
-
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Semi-Permanen di Ciamis Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp40 Juta
-
TPT Jembatan Cikalomeran Sukabumi Ambruk Saat Dikerjakan, Warga Kini Was-was
-
Kemiskinan Jabar Turun Jadi 6,54 Persen, tetapi Ketimpangan Justru Melebar