SuaraJabar.id - Meski raganya berada di RSUD Cibabat, Kota Cimahi, tapi ingatannya akan deretan peristiwa pilu imbas gempa berkekuatan 5,6 magnitudo di Cianjur, Jawa Barat yang baru saja dilalui belum hilang dari pikiran Nurhayati.
Ia adalah perempuan asal Kampung Garogol, RT 05/03, Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur berusia 27 tahun yang menjadi korban gempa yang mengguncang pada Senin (21/11/2022) siang.
Nurhayati terpaksa dirujuk ke RSUD Cibabat di Jalan Jenderal Amir Machmud, Kota Cimahi usai mengalami cedera parah pada bagian kakinya usai tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa mengguncang.
Meski sudah terkapar lemah masih ingat betul saat detik-detik gempa tersebut terjadi. Nurhayati menceritakan kisah pilu itu kepada Suara.com saat disambangi di RSUD Cibabat, Kota Cimahi pada Rabu (23/11/2022).
Ketika itu Nurhayati sedang mengaji bersama puluhan warga yang lain di sebuah madrasah di kampung halamannya. Namun tiba-tiba bangunan itu bergoyang cukup kencang.
"Waktu itu saya lagi mengaji di madrasah, terus terasa goyang dan saat mau berdiri itu (bangunan) langsung runtuh," tutur Nurhayati.
Ternyata goyangan itu diakibatkan gempa dahsyat berkekuatan 5,6 magnitudo yang berpusat di Kabupaten Cianjur. Ketika itu ia tak sempat keluar madrasah untuk menyelamatkan diri hingga akhirnya dia pun tertimpa reruntuhan bangunan.
"Setelah madrasah runtuh dis ana masih terasa goyang terus sebentar-sebentar. Tapi kalau madrasah pas sekali goyang langsung ambruk," terang Nurhayati.
Ada yang bisa menyelamatkan diri, ada juga yang jerjebak di dalam bangunan madrasah termasuk Nurhayati. Ia tak bisa berbuat banyak sekain berpasrah diri melihat kampung halamannya luluh lantah.
Baca Juga: 'Guncangannya Dahsyat' Cerita Sudirman Saat Cianjur Digoyang Gempa
Saat tertimpa reruntuhan bangunan selama 4 jam itu, Nurhayati masih sadar, sambil terus berdoa agar segera bisa dievakuasi. Pertolongan itu akhirnya datang, setelah ia bisa dievakuasi sekitar pukul 18.00 WIB.
"Saya baru dievakuasi jam 6 pas magrib dengan cara material bangunan diangkat dulu secara manual," terang Nurhayati.
Setelah berhasil dievakuasi oleh warga dan petugas gabungan, Nurhayati diketahui mengalami luka lecet pada sekujur tubuhnya dan patah tulang kaki hingga harus menjalani tindakan operasi di RSUD Cibabat pada hari ini.
Di RSUD Cibabat hingga kini sudah menangani 10 orang pasien korban gempa di Cianjur. Rata-rata pasien yang datang mengalami patah tulang usai terkena reruntuhan bangunan dan sebagainya.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
Terkini
-
Kronologi Lengkap Kecelakaan Beruntun di Bekasi Timur: Bermula dari Mobil di Jalur Perlintasan
-
KA Pandalungan dan Blambangan Ekspres Beroperasi Sesuai Jadwal Usai Tragedi Tabrakan di Bekasi
-
Kesaksian Korban Selamat: Lokomotif Argo Bromo Tembus Gerbong Belakang CommuterLine di Bekasi
-
Detik-detik KRL Ditabrak Kereta Jarak Jauh di Bekasi Timur, Penumpang: Kami Langsung Dievakuasi
-
Awal Mula Tabrakan Maut KRL vs KA Jarak Jauh di Bekasi: Dipicu Mobil Mogok di Perlintasan