SuaraJabar.id - Melawan Persija Jakarta menjadi pertandingan yang paling sulit dilupakan bagi legenda Persib Bandung, Yudi Guntara. Laga sengit itu terjadi dalam babak semi final Perserikatan terakhir.
Laga itu terjadi saat semi final Perserikatan 1993/1994 itu berlangsung di Stadion Utama Senayan, Jakarta pada 15 April 1994. Pertandingan tersebut berlangsung dramatis dimana Persib Bandung keluar sebagai pemenangnya.
"Salah satu duel lawan Persija yang paling diingat pas semifinal Perserikatan terkahir," ujar Yudi kepada Suara.com pada Kamis (31/9/2023).
Ia menceritakan kepanikan yang terjadi usai pada babak pertama Persib Bandung yang saat itu diasuh Indra Thohir tertinggal melalui gol yang dicetak pemain Persija Jakarta Maman Suryaman saat pertandingan baru memasuki menit keempat.
Maung Bandung yang dihuni semua pemain lokal tak mampu membalas hingga babak pertama usai. Hingga akhirnya di babak kedua, Yusuf Bachtiar berhasil mencetak gol penyeimbang pada menit ke-55. Skor 1-1 bertahan hingga babak kedua usai.
"Itu kita wah ini mah kalah, tapi babak kedua kita bermain normal Kang Yusuf bisa menyamakan kedudukan," ucap Yudi.
Pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu. Sebab tidak ada tambahan skor pada babak 2x15 menit, pemenang pertandingan sengit itupun harus ditentukan melalui adu penalti.
Bobotoh, suporter Persib Bandung dibuat tegang saat bek Robby Darwis gagal menjalankan tugasnya sebagai penendang pertama. Namun, harapan bagi Pangeran Biru datang kembali saat Tony Tanamal gagal mengeksekusi tendangan penalti keempat Persija.
Yusuf Bachtiar membuat skor menjadi 4-3 dan penendang kelima Persija, Maman Suryamam Persija gagal menjalankan tugasnya. Maung Bandung pun berhak lolos ke final setelah mengalahkan Persija dengan skor 5-4 (1-1).
"Kita ke babak tambahan dan adu penalti dan alhamduliah menang maju ke final," kata Yudi.
Di partai final, Pangeran Biru berhasil mengalahkan PSM Ujungpandang dengan skor 2-0. Dua gol PERSIB masing-masing dicetak oleh Yudi Guntara pada menit ke-26 dan Sutiono Lamso di menit ke-71.
Persib Bandung bakal terlibat bentrok lagi dengan Persija Jakarta di pekan ke-11 Liga 1 Indonesia 2023/2024 di Stadion Patriot Candrabaga, Bekasi, Sabtu (2/9/2023). Yudi berharap pada pertandingan nanti Persib Bandung bisa memenangi duel melawan Persija Jakarta.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Berita Terkait
-
Jelang Persija vs Persib Ramai Psywar di Sosmed, Sekum Viking: Ini Rivalitas Sehat Bikin Laga Tambah Menarik
-
Penyerang Sayap Persib Ryan Kurnia Merumput di Timnas Indonesia: Cita-cita dari Kecil
-
Erick Thohir Tak Berani Balas Kritik Thomas Doll soal Stadion Patriot, Kenapa?
-
Duel Persija vs Persib Satu Tahun Sebelum Geger 1 Oktober 1965, Saat Lev Yashin Indonesia Kebobolan 3 Gol
-
Jadi Bek Tengah Dadakan di Persija, Begini Perasaan Firza Andika!
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Mengenal 'Predator', Sapi Simental 1,1 Ton Milik Presiden Prabowo untuk Warga Sukabumi
-
Sering Dikeluhkan Warga di Medsos, Dinkes Bogor Ancam Beri Sanksi Puskesmas Cisarua
-
Sentil Penataan Keraton, KDM: Jangan Buru-Buru Pikir Wisata, Urus Lembur dan Kota Dulu
-
Bupati Sukabumi Bantah Masjid Al Afghani Mangkrak, Asep Japar: Terkendala Keterbatasan Anggaran
-
Misteri Masjid Al Afghani Sukabumi: Habiskan Rp3,6 Miliar APBD, Kini Mangkrak dan Dipenuhi Ilalang