- Seorang nenek berinisial PE meninggal dunia akibat tertimpa tembok pembatas yang roboh di Bogor.
- Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Rabu pagi pukul 06.00 WIB saat korban pulang belanja sayur.
- Korban mengalami luka parah di kepala dan jenazahnya telah dimakamkan oleh pihak keluarga.
SuaraJabar.id - Nasib tragis menimpa seorang nenek berinisial PE (62), warga Desa Rawa Kalong, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.
Niat hati mengais rezeki dan menyiapkan masakan keluarga usai membeli sayur, korban justru mengembuskan napas terakhirnya usai tertimpa tembok pembatas yang mendadak roboh pada Rabu (19/8/2026) pagi.
Peristiwa memilukan tersebut terjadi sekira pukul 06.00 WIB. Saat itu, korban baru saja melangkahkan kaki menuju rumahnya sepulang dari warung.
Kapolsek Gunung Sindur, AKP Ucup Supriatna, mengonfirmasi bahwa korban tertimpa material bangunan saat melintas di dekat lokasi kejadian.
"Korban baru selesai belanja sayur, kemudian pas pulang dari warung tertimpa tembok pembatas yang roboh," terang Ucup saat dikonfirmasi.
Dia menjelaskan, lokasi kejadian merupakan bekas rumah yang kini hanya menyisakan tanah kosong. Dibagian tanah tersebut masih berdiri sisa pagar berupa tembok bata merah.
Menurutnya, kondisi tembok tersebut sudah rapuh karena termakan usia.
Diduga, kondisi itulah yang membuat tembok akhirnya roboh dan menimpa korban yang sedang melintas.
Akibat tertimpa reruntuhan tembok, PE mengalami luka parah pada bagian kepala.
Baca Juga: Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor
Nyawanya tak tertolong dan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Neneknya luka parah di bagian kepala karena tertimpa tembok dan meninggal di lokasi," terangnya.
Polisi yang menerima laporan kemudian mendatagi lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Tangerang Selatan.
“Setelah proses di rumah sakit selesai, pihak keluarga membawa jenazah PE ke wilayah Parung untuk dimakamkan,” kata Ucup.
Kemudian, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
Berita Terkait
-
Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga
-
Bukan Kupas Bawang, Ini Sosok Susanah Warga Bogor yang Disebut Prabowo di Sidang MPR
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Geger! Pegawai Rutan Depok Pesta Sabu dengan Warga Binaan
-
Polres Cianjur Ungkap Kasus Perdagangan Tiga Siswi SMA, Dua Pelaku Ditangkap
-
Kritik Pernyataan Denny Indrayana Soal Pendidikan Gibran, Grace Natalie: Jangan Bodohi Publik!
-
6 Fakta Sapi Madura Berkaki Enam Juara Kontes APPSI Piala Presiden 2026
-
BRI dan KPK Hadirkan Pelatihan Calon Penyuluh Antikorupsi 2026