Ronald Seger Prabowo
Senin, 24 Agustus 2026 | 07:05 WIB
ABK asal Indonesia yang Terlantar di Fiji, dan ingin pulang ke tanah air. [Sukabumiupdate/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Tujuh anak buah kapal asal Indonesia terlantar di kapal China perairan Fiji sejak Agustus 2026.
  • Pemilik perusahaan kabur sehingga tujuh ABK tidak digaji berminggu-minggu dan kesulitan makanan.
  • KBRI di Fiji telah menyalurkan bantuan makanan sementara ABK meminta segera dipulangkan.

SuaraJabar.id - Tujuh anak buah kapal (ABK) asal Indonesia mengaku terlantar di kapal ikan berbendera China yang beroperasi di perairan Fiji.

Mereka menyebut gaji dan uang makan tidak diberikan selama berminggu-minggu, bahkan sebagian pekerja mengaku belum menerima upah hingga berbulan-bulan.

Dari tujuh ABK tersebut, lima orang berasal dari Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sementara dua lainnya berasal dari Batam dan Indramayu.

Melansir Sukabumiupdate--jaringan Suara.com, Senin (24/8/2026), salah seorang ABK asal Palabuhanratu, Sukabumi, Teteng Surgana (34), mengatakan persoalan mulai terjadi sekitar tiga minggu sebelum dirinya memberikan keterangan.

Saat itu, agen di Fiji yang sebelumnya memenuhi kebutuhan awak kapal tiba-tiba berhenti memberikan uang makan.

“Awalnya itu terjadi tiga minggu ke belakang. Biasanya tiap minggu belanja, tiba-tiba hari Jumat itu pihak Fiji tidak memberikan uang makan,” kata Teteng saat dihubungi, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Teteng, para ABK kemudian mendapat informasi bahwa pemilik perusahaan asal China diduga melarikan diri dengan membawa uang perusahaan. Akibatnya, kebutuhan awak kapal dan pembayaran upah ikut terganggu.

Ia menyebut keterlambatan pembayaran gaji berbeda-beda. Ada ABK senior yang disebut belum menerima upah hingga tujuh bulan, sementara dirinya mengaku sekitar satu bulan tidak mendapatkan gaji.

Kondisi tersebut diperparah dengan kesulitan memperoleh makanan. Teteng mengatakan para ABK sempat kesulitan memenuhi kebutuhan pangan selama sekitar tiga minggu.

Baca Juga: Dua Motor Dibakar hingga Naik ke Atap Rumah Warga: Aksi Pria ODGJ di Sukabumi Bikin Geger

Mereka kemudian menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Fiji. Menurut Teteng, KBRI telah memberikan bantuan makanan sebanyak dua kali serta menyediakan paket data untuk membantu para ABK berkomunikasi dengan keluarga di Indonesia.

“Alhamdulillah, saya dapat nomor KBRI Fiji. Saya langsung hubungi. Dua minggu ke belakang pihak KBRI sudah memberikan makan kita,” ujarnya.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Teteng berharap pemerintah dan pihak terkait segera memfasilitasi kepulangan mereka ke Indonesia.

“Kalau tidak ada kepastian yang jelas, daripada kita menunggu di sini yang tidak jelas, tidak digaji dan terlantar, lebih baik saya minta dipulangkan,” katanya.

Ia juga meminta agen perekrutan yang berkantor pusat di Jakarta bertanggung jawab atas kondisi para ABK. Menurut dia, keluarga sejumlah ABK telah mendatangi agen, tetapi belum memperoleh penyelesaian yang jelas.

Teteng mengaku pengalaman bekerja sebagai ABK tersebut merupakan yang pertama baginya. Ia berharap persoalan pembayaran upah dan kepulangan seluruh awak kapal segera mendapatkan penanganan.

Load More