- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membantah tegas isu kepindahannya ke Partai Solidaritas Indonesia pada Selasa, 25 Agustus 2026.
- Dedi menyatakan rumor liar di media sosial tersebut tidak berdasar dan menyebut informasi kepindahannya sebagai kebohongan besar.
- Ia memastikan komitmennya tetap kuat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra tanpa ada perubahan posisi.
SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membantah keras isu yang menyebut dirinya akan meninggalkan Partai Gerindra dan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Alih-alih menanggapi isu tersebut sebagai manuver politik, Dedi mengaku justru terkejut saat pertama kali mendengar kabar yang ramai diperbincangkan di media sosial itu.
Menurut dia, rumor tersebut muncul tanpa dasar yang jelas.
Dedi menegaskan hingga kini tidak ada perubahan dalam posisi maupun komitmennya di Partai Gerindra.
Ia menyebut masih menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina partai yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto tersebut.
"Isu dari mana itu? Ya kami tidak mungkin menanggapi itu. Ujug-ujug dari mana kemudian tiba-tiba, hal yang aneh," kata Dedi Mulyadi melansir Harapanrakyat--jaringan Suara.com, Selasa (25/8/2026.
"Sampai hari ini saya adalah Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra," tambah dia.
Mantan Bupati Purwakarta itu menilai isu kepindahannya ke PSI tidak perlu dibesar-besarkan. Ia juga menegaskan loyalitasnya terhadap Partai Gerindra tetap tidak berubah.
Saat ditanya secara langsung apakah kabar kepindahannya ke PSI merupakan informasi bohong, Dedi memberikan jawaban tegas.
Baca Juga: Dorong Pencegahan Penyakit, Waketum PSI Sebut Program Cek Kesehatan Gratis Perlu Diperkuat
“Bukan tidak benar, bohong,” katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan Dedi Mulyadi untuk menepis spekulasi mengenai kemungkinan adanya perubahan arah politiknya.
Di tengah ramainya perbincangan di media sosial, KDM memastikan dirinya masih berada di jajaran kepengurusan Partai Gerindra dan tidak berpindah ke PSI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Riset CELIOS: Purbaya Jadi Menteri Kinerja Terbaik, Bahlil Paling Buruk
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Gara-Gara Utang Rp30 Ribu, Dua Pria di Sukabumi Duel Pakai Golok, Satu Luka Berat
-
Pemkab Garut Tetapkan Status Tanggap Darurat Kebakaran TPA Pasirbajing
-
BRILink Agen Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas Masuk Kategori Jawara dan Juragan
-
Survei Arawicaksa Institute: Abdul Muti dan Amran Sulaiman Menteri dengan Penilaian Tertinggi
-
Kasus Pembubaran Ibadah, Sajajar Minta Penegakan Hukum Tak Berhenti di Penetapan Tersangka