Ronald Seger Prabowo
Sabtu, 03 Oktober 2026 | 13:49 WIB
Polisi saat melakukan identifikasi dan olah tkp pria yang ditemukan meninggal di sungai cipelang, Kota Sukabumi. Jumat (2/10//2026). [Sukabumiupdate/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Warga bernama S ditemukan meninggal di dasar Sungai Cipelang Sukabumi pada Jumat, 2 Oktober 2026.
  • Pemeriksaan forensik mendapati luka kekerasan tumpul dan patah tulang, tetapi penyebab kematian gagal dipastikan.
  • Polisi menduga korban jatuh dari jembatan rel kereta api setinggi 20 meter saat bermain ponsel.

SuaraJabar.id - Tim Dokter Forensik RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi menemukan sejumlah luka pada tubuh S (25), warga Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, yang ditemukan meninggal dunia di dasar Sungai Cipelang, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Jumat (2/10/2026).

Hasil pemeriksaan luar menunjukkan adanya luka lecet, memar hingga luka robek yang tersebar di sejumlah bagian tubuh korban. Dokter menyebut luka-luka tersebut merupakan akibat kekerasan tumpul.

Ketua Tim Dokter Forensik RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, dr Nurul Aida Fathya, mengatakan korban dibawa ke rumah sakit pada hari yang sama setelah ditemukan meninggal dunia.

“Luka-luka tersebut akibat kekerasan tumpul,” kata dr Aida melansir Sukabumiupdate--jaringan Suara.com, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Aida, korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 11.30 WIB. Namun, pemeriksaan baru dilakukan sekitar pukul 15.30 WIB karena tim medis masih menunggu surat permintaan visum dari Polsek Warudoyong.

Saat pemeriksaan dilakukan, jenazah korban telah berada di dalam kantong mayat dan telah menunjukkan tanda pasti kematian.

Dari pemeriksaan luar, dokter menemukan sejumlah luka pada wajah, badan, serta keempat alat gerak. Beberapa di antaranya merupakan luka terbuka pada wajah dan lengan atas kanan.

Selain luka tersebut, tim forensik menemukan patah tulang terbuka pada lengan atas kanan. Sementara pada bagian tubuh lainnya ditemukan patah tulang tertutup pada rahang atas dan tungkai atas kanan.

Meski menemukan sejumlah luka dan patah tulang, tim dokter forensik belum dapat memastikan penyebab kematian korban.

Baca Juga: Sungai Cikole Mengering, Petani Sukabumi Temukan Tengkorak dan Tulang Belulang Manusia

Aida menjelaskan, kepastian mengenai sebab kematian tidak dapat ditentukan karena pemeriksaan yang dilakukan hanya pemeriksaan luar dan tidak dilanjutkan dengan autopsi.

“Sebab kematian tidak dapat ditentukan karena tidak dilakukan otopsi sesuai permintaan dari kepolisian,” ujarnya.

Diduga Jatuh dari Ketinggian 20 Meter

Sebelumnya, S ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 10.15 WIB di dasar Sungai Cipelang, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong.

Korban diduga jatuh dari jembatan rel kereta api dengan ketinggian sekitar 20 meter hingga akhirnya ditemukan di dasar sungai.

Kapolsek Warudoyong Polres Sukabumi Kota AKP Maulana Arif membenarkan adanya penemuan jasad tersebut. Polisi mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat mengenai seorang laki-laki yang tergeletak di aliran sungai.

Load More