- Warga bernama S ditemukan meninggal di dasar Sungai Cipelang Sukabumi pada Jumat, 2 Oktober 2026.
- Pemeriksaan forensik mendapati luka kekerasan tumpul dan patah tulang, tetapi penyebab kematian gagal dipastikan.
- Polisi menduga korban jatuh dari jembatan rel kereta api setinggi 20 meter saat bermain ponsel.
SuaraJabar.id - Tim Dokter Forensik RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi menemukan sejumlah luka pada tubuh S (25), warga Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, yang ditemukan meninggal dunia di dasar Sungai Cipelang, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Jumat (2/10/2026).
Hasil pemeriksaan luar menunjukkan adanya luka lecet, memar hingga luka robek yang tersebar di sejumlah bagian tubuh korban. Dokter menyebut luka-luka tersebut merupakan akibat kekerasan tumpul.
Ketua Tim Dokter Forensik RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, dr Nurul Aida Fathya, mengatakan korban dibawa ke rumah sakit pada hari yang sama setelah ditemukan meninggal dunia.
“Luka-luka tersebut akibat kekerasan tumpul,” kata dr Aida melansir Sukabumiupdate--jaringan Suara.com, Sabtu (3/10/2026).
Menurut Aida, korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 11.30 WIB. Namun, pemeriksaan baru dilakukan sekitar pukul 15.30 WIB karena tim medis masih menunggu surat permintaan visum dari Polsek Warudoyong.
Saat pemeriksaan dilakukan, jenazah korban telah berada di dalam kantong mayat dan telah menunjukkan tanda pasti kematian.
Dari pemeriksaan luar, dokter menemukan sejumlah luka pada wajah, badan, serta keempat alat gerak. Beberapa di antaranya merupakan luka terbuka pada wajah dan lengan atas kanan.
Selain luka tersebut, tim forensik menemukan patah tulang terbuka pada lengan atas kanan. Sementara pada bagian tubuh lainnya ditemukan patah tulang tertutup pada rahang atas dan tungkai atas kanan.
Meski menemukan sejumlah luka dan patah tulang, tim dokter forensik belum dapat memastikan penyebab kematian korban.
Baca Juga: Sungai Cikole Mengering, Petani Sukabumi Temukan Tengkorak dan Tulang Belulang Manusia
Aida menjelaskan, kepastian mengenai sebab kematian tidak dapat ditentukan karena pemeriksaan yang dilakukan hanya pemeriksaan luar dan tidak dilanjutkan dengan autopsi.
“Sebab kematian tidak dapat ditentukan karena tidak dilakukan otopsi sesuai permintaan dari kepolisian,” ujarnya.
Diduga Jatuh dari Ketinggian 20 Meter
Sebelumnya, S ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 10.15 WIB di dasar Sungai Cipelang, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong.
Korban diduga jatuh dari jembatan rel kereta api dengan ketinggian sekitar 20 meter hingga akhirnya ditemukan di dasar sungai.
Kapolsek Warudoyong Polres Sukabumi Kota AKP Maulana Arif membenarkan adanya penemuan jasad tersebut. Polisi mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat mengenai seorang laki-laki yang tergeletak di aliran sungai.
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Dedi Mulyadi Bantah Proyek Data Center Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Terkendala Birokrasi
-
Dave Laksono: Reshuffle Kabinet Bagian dari Evaluasi dan Penataan
-
Bupati Karawang Tegaskan Mutasi ASN Tanpa Pungutan: Tak Ada Jual-Beli Jabatan
-
Dua Pelajar Terseret Ombak di Pantai Istiqomah, Satu Selamat, Satu Masih Dicari
-
Pria Ditemukan Tewas di Sungai Cipelang, Dokter Forensik Temukan Sejumlah Luka