- Sebanyak 382 dari 731 kios di Pasar Andir, Garut, ludes terbakar pada Rabu malam hingga Kamis pagi.
- Polres Garut bersama Satreskrim menyelidiki penyebab kebakaran dan mendalami kemungkinan adanya unsur kesengajaan serta korsleting listrik.
- Petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan nilai kerugian materi masih dalam proses penghitungan.
SuaraJabar.id - Sebanyak 382 dari total 731 kios di Pasar Andir, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ludes terbakar dalam kebakaran yang terjadi pada Rabu (7/10/2026) malam hingga Kamis (8/10/2026) pagi.
Polres Garut kini menyelidiki penyebab kebakaran tersebut, termasuk kemungkinan adanya unsur kesengajaan.
Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra mengatakan, penyelidikan dilakukan dengan melibatkan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengungkap penyebab kebakaran yang melanda pasar tradisional tersebut.
"Kasat Reskrim berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menurunkan tim agar bisa mengurai terkait dengan kejadian tersebut, apa dan bagaimana bisa terjadi," kata Niko di Garut, Jumat (9/10/2026).
Menurut dia, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah proses pemadaman selesai. Petugas juga memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan bukti-bukti untuk mengetahui faktor yang memicu kebakaran.
Penyidik masih mendalami sejumlah kemungkinan penyebab, mulai dari korsleting listrik hingga dugaan adanya unsur kesengajaan. Namun, kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti kebakaran tersebut.
"Jadi, tentunya kita lihat, kalau faktor kesengajaan dan sebagainya nanti akan kami sampaikan," ujarnya.
Saat kebakaran berlangsung, jajaran Polres Garut turut membantu proses pemadaman dan mengamankan area pasar. Langkah awal tersebut dilakukan untuk melindungi aset yang masih bisa diselamatkan serta memastikan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.
"Saat terjadinya kebakaran yang pertama harus segera mengamankan aset-aset yang ada dulu, mengamankan aset yang ada, mengamankan korban yang ada," kata Niko.
Baca Juga: Bara Tersembunyi di Tumpukan Bahan Baku, Kebakaran Gudang Mojokerto Masuk Hari Kedua
Selain penyelidikan, kepolisian bersama instansi terkait juga melakukan pendataan terhadap kios dan aset yang terdampak kebakaran. Sementara itu, nilai kerugian materi akibat peristiwa tersebut masih dalam penghitungan.
Sebelumnya, Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran beserta mobil suplai air untuk menjinakkan api yang melalap kawasan Pasar Andir.
Berdasarkan data sementara, kebakaran tersebut menghanguskan 382 kios dari total 731 kios yang ada di pasar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski kerugian materi diperkirakan cukup besar.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
[ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- Sabun Kojie San untuk Wajah atau Badan? Simak Kegunaan dan Kandungannya
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
382 Kios Pasar Andir Garut Ludes Terbakar, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran
-
Polisi Kerahkan Tim Sancang, Buru Pelaku Penembakan Siswa SMA di Garut
-
Perampok Aniaya Istri Pengusaha Barang Bekas, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
-
Ikano Unpad Desak Reformasi Hukum Notaris Hadapi Ancaman AI dan Cyber Notary
-
Tiba dari Seoul, Tatang Winata Ditangkap Bareskrim Kasus Dugaan Penyelundupan Rp 253 Miliar