Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:08 WIB
Sejumlah pedagang mengecek kondisi kios yang terbakar di Pasar Andir, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (9/10/2026). [ANTARA/Feri Purnama]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 382 dari 731 kios di Pasar Andir, Garut, ludes terbakar pada Rabu malam hingga Kamis pagi.
  • Polres Garut bersama Satreskrim menyelidiki penyebab kebakaran dan mendalami kemungkinan adanya unsur kesengajaan serta korsleting listrik.
  • Petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan nilai kerugian materi masih dalam proses penghitungan.

SuaraJabar.id - Sebanyak 382 dari total 731 kios di Pasar Andir, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ludes terbakar dalam kebakaran yang terjadi pada Rabu (7/10/2026) malam hingga Kamis (8/10/2026) pagi.

Polres Garut kini menyelidiki penyebab kebakaran tersebut, termasuk kemungkinan adanya unsur kesengajaan.

Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra mengatakan, penyelidikan dilakukan dengan melibatkan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengungkap penyebab kebakaran yang melanda pasar tradisional tersebut.

"Kasat Reskrim berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menurunkan tim agar bisa mengurai terkait dengan kejadian tersebut, apa dan bagaimana bisa terjadi," kata Niko di Garut, Jumat (9/10/2026).

Menurut dia, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah proses pemadaman selesai. Petugas juga memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan bukti-bukti untuk mengetahui faktor yang memicu kebakaran.

Penyidik masih mendalami sejumlah kemungkinan penyebab, mulai dari korsleting listrik hingga dugaan adanya unsur kesengajaan. Namun, kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti kebakaran tersebut.

"Jadi, tentunya kita lihat, kalau faktor kesengajaan dan sebagainya nanti akan kami sampaikan," ujarnya.

Saat kebakaran berlangsung, jajaran Polres Garut turut membantu proses pemadaman dan mengamankan area pasar. Langkah awal tersebut dilakukan untuk melindungi aset yang masih bisa diselamatkan serta memastikan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.

"Saat terjadinya kebakaran yang pertama harus segera mengamankan aset-aset yang ada dulu, mengamankan aset yang ada, mengamankan korban yang ada," kata Niko.

Baca Juga: Bara Tersembunyi di Tumpukan Bahan Baku, Kebakaran Gudang Mojokerto Masuk Hari Kedua

Selain penyelidikan, kepolisian bersama instansi terkait juga melakukan pendataan terhadap kios dan aset yang terdampak kebakaran. Sementara itu, nilai kerugian materi akibat peristiwa tersebut masih dalam penghitungan.

Sebelumnya, Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran beserta mobil suplai air untuk menjinakkan api yang melalap kawasan Pasar Andir.

Berdasarkan data sementara, kebakaran tersebut menghanguskan 382 kios dari total 731 kios yang ada di pasar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski kerugian materi diperkirakan cukup besar.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

[ANTARA]

Load More