SuaraJabar.id - Seorang pria bernama Cahyono (50) tewas mengenaskan di perlintasan kawasan Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/4/2019) pagi tadi.
Kapolsek Tambun, Kompol Rahmat Sujatmiko menduga jika korban bunuh diri dengan menabrakkan diri di perlintasan KA Perum Kompas, Desa Mekarsari, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Informasi yang ia terima, warga sekitar lokasi sempat memperingatkan korban untuk menjauh dari rel kereta sebelum kejadian.
"Korban, 30 menit sebelum kejadian sempat hendak bunuh diri dengan cara menabrakan KA yang melintas, namun terlihat oleh warga, kemudian korban sempat diperintahkan untuk menjauhi perlintasan," katanya.
Saat itu, korban sempat menuruti dan meninggalkan lokasi. Namun, selang 30 menit kemudian korban kembali datang di saat kereta hendak melintas.
Tidak lama kemudian setelah kejadian pertama, lanjut Rahmat, tiba-tiba korban keluar dari sela-sela toko ikan hias yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari pos jaga perlintasan.
Di saat bersamaan, kereta jurusan Gambir-Jogjakarta dengan nomor KAIS 12700 dari arah barat ke timur.
"Korban lari dan langsung menghadang KA tersebut, hingga korban terseret sampai 100 meter dan tubuh korban hancur," lanjutnya.
Korban tewas seketika di lokasi dengan kondisi mengenaskan. Selanjutnya, jasad korban dibawa ke RSUD Cikarang untuk dilakukan autopsi.
Baca Juga: Nekat Berenang di Kali Ciliwung, Bocah SD Hanyut
Kontributor : Mochamad Yacub Ardiansyah
Berita Terkait
-
Telinga Ditutupi Headset, Mayang Tewas Tersambar Kereta
-
HP Meledak Saat Isi Daya, Bocah 7 Tahun Tewas Sambil Peluk HP
-
Sudah Diteriaki Jangan Terobos, Yatmin Tewas Diseret Kereta 100 Meter
-
Yogo dan Lia Tewas Nekat Terobos Perlintasan Kereta Pangadegan
-
9 Kios di Tambun Bekasi Hancur Diterjang Puting Beliung
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
Fahira Idris Desak 7 Langkah Darurat Kasus Penyekapan dan Penyiksaan Perempuan di Bandung
-
Kapolda Jabar Tegaskan Buru Taufik Hidayat: Kami Tidak Memberi Ruang bagi Pelaku Kekerasan
-
Tiga Tahun Disekap Kekasih di Bandung, Pesan Kabar Baik ke Keluarga Ternyata Akal-akalan Pelaku
-
Misteri Pesan WA Anonim Ungkap Penyekapan Tragis 3 Tahun di Bandung
-
Hubungi Keluarga Korban via Telepon, Hotman Paris: Jangan Takut, Laporkan Jika Ada Korban Lain