SuaraJabar.id - PT. Jasa Marga (Persero) sukses menggelar program Senin Diongkosin bagi warga Bekasi. Program tersebut dimulai sejak Maret 2019 dan berakhir pada, Senin (26/4/2019) lalu.
Selama itu, Jasa Marga mencatat telah menanggung ongkos 46.789 penumpang Transjakarta dan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuterline.
"Perinciannya untuk masing-masing moda transportasi adalah sebanyak 9.050 penumpang TransJakarta dan 37.739 penumpang KRL Commuterline," kata Corporate Communication Department Head PT Jasa Marga, Irra Susiyanti dalam keterangannya di Bekasi, Kamis (2/5/2019).
Irra menjelaskan Senin Diongkosin merupakan program yang diselenggarakan khusus untuk warga Bekasi, terutama yang terdampak kepadatan lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek eksisting akibat pembangunan sejumlah infrastruktur di sekitar wilayah tersebut secara bersamaan.
Baca Juga: Laba Bersih PT Jasa Marga Tahun 2018 Capai Rp 2,20 Triliun
Dalam menyelenggarakan program Senin Diongkosin, Jasa Marga didukung oleh PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), anak usaha Jasa Marga yang mengoperasikan Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated yang merupakan salah satu proyek infrasturktur di Jalan Tol Jakarta-Cikampek eksisting.
"Jasa Marga memulai program Senin Diongkosin untuk para pengguna TransJakarta di Halte Summarecon Bekasi untuk tujuan Tosari dan Tanjung Priok yang dilaksanakan sejak Senin (11/3/2019)," jelas dia.
Ia menegaskan, pada program 'Senin Diongkosin', para pengguna moda transportasi massal Bus TransJakarta tidak perlu mengeluarkan biaya lagi, alias gratis, karena sudah ditanggung penuh oleh Jasa Marga.
Mendapat respon positif dari masyarakat, Jasa Marga memutuskan memperluas Program Senin Diongkosin. Terhitung sejak Senin (18/3/2019).
Saat itu, lanjut Irra, program serupa juga bisa dinikmati oleh warga Bekasi yang biasa menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) di tiga stasiun, yaitu Stasiun Kranji, Stasiun Bekasi, dan Stasiun Cikarang
Baca Juga: Perluas Program Senin Diongkosin, Naik KRL dari Bekasi ke Jakarta Gratis
"Bedanya, penumpang KRL di tiga stasiun pada jam-jam yang telah disebutkan di atas, mendapat cashback top-up Rp 10 ribu. Program ini hanya berlaku untuk pengguna KRL yang menggunakan Kartu Multi Trip (KMT). Mekanismenya, pengguna KRL harus melakukan top up saldo KMT di Loket Stasiun minimal Rp 20 ribu untuk mendapatkan bonus saldo Rp 10 ribu. Khusus untuk KRL, tarif yang ditanggung sebesar Rp 10 ribu merupakan perjalanan pulang-pergi penumpang di tiga stasiun wilayah Bekasi menuju Jakarta dengan asumsi terjauh tarif Rp 5 ribu/sekali jalan," papar Irra.
Berita Terkait
-
Iran Bombardir Israel dan Ancaman Perang Dunia Ketiga, Pernah Diramal Warga Bekasi?
-
Jasa Marga Siapkan Lajur Contraflow Jelang Arus Balik, Ini Skenario Keamanan Pengguna Jalan
-
Lebaran 2024: Pengguna Jalan Tol Wajib Patuhi Rambu dan Arahan Petugas, Termasuk Contraflow Segera!
-
Mudik Lebaran 2024: Start Contraflow Tol Japek Dimulai dari KM Lebih Awal, Jangan Terlewat
-
Sistem Contraflow Tol Japek Berlaku Kembali, Kecelakaan KM 58 Selesai Ditangani
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar