SuaraJabar.id - Beberapa jenis cabai mengalami kenaikan harga yang bervariasi di tiap pasar tradisional, berkisar Rp 2.000 - 22.000 per kg.
Di Pasar Cisalak, Kecamatan Cimanggis misalnya. Harga cabai hijau besar naik Rp 7.000 per kg, dari Rp 28.000 per kg menjadi Rp 35.000 per kg. Cabai merah keriting naik Rp 13.000 per kg, dari Rp 45.000 per kg menjadi Rp 58.000 per kg. Cabai rawit hijau naik Rp 22.000 per kg, dari Rp 36.000 per kg menjadi Rp 58.000 per kg.
Cabai rawit merah naik Rp 15.000 per kg, dari Rp 40.000 per kg menjadi Rp 55.000 per kg. Bawang merah naik Rp 2.000 per kg, dari Rp 28.000 per kg menjadi Rp 30.000 per kg.
Di Pasar Kemiri, cabai juga mengalami kenaikan harga. Harga cabai hijau besar naik Rp 5.000 per kg, dari Rp 35.000 per kg jadi Rp 40.000 per kg. Cabai merah keriting naik Rp 5.000 per kg, dari Rp 52.000 per kg jadi Rp 57.000 per kg.
Baca Juga: Revitalisasi SMK, Disediakan Kelas Khusus Otomotif
Cabai rawit hijau naik Rp 10.000 per kg, dari Rp 50.000 per kg jadi Rp 60.000 per kg. Cabai rawit merah naik Rp 5.000 per kg, dari Rp 50.000 per kg jadi Rp 55.000 per kg.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Depok Anim Mulyana mengatakan, harga cabai tadi mulai merangkak naik pada awal pekan ini (3-4/7/2019). Hal ini kemungkinan dipicu oleh gagal panen pada petani sebagai dampak dari kemarau akhir-akhir ini.
"Harga cabai mulai naik sejak Rabu dan berangsur naik lagi sedikit pada Kamis. Akan tetapi hari ini harga cabai masih stabil, belum ada kenaikan lagi," ujar Anim Mulyana, Sabtu (06/07/2019).
Selain bahan pokok cabai, belum ada kenaikan harga untuk bahan pokok lainnya.
Sehingga jika dilihat dari pergerakan harga yang ada saat ini maka dapat dipastikan ketersediaan bahan pokok masih aman untuk Kota Depok.
Baca Juga: Asyik, Perusahaan Ponsel Xiaomi Terpikat Bikin Mainan Otomotif
"Stok aman yang karena yang naik cuma cabai untuk saat ini. Namun kami selalu memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok ke pasar-pasar tradisional setiap hari," tambahnya.
Berita Terkait
-
Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Wali Kota Depok Bisa Dijerat UU Tipikor?
-
Izinkan Mobil Dinas untuk Mudik, Wali Kota Depok Bisa Diperiksa dalam Kasus Korupsi
-
Blunder Izinkan Mudik Pakai Mobil Dinas, Dedi Mulyadi Panggil Wali Kota Depok 8 April
-
Bima Arya Pastikan Wali Kota Depok Akan Ditegur, Imbas Izinkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas
-
Wali Kota Depok Izinkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, KPK: Mestinya Cegah Penyalahgunaan Fasilitas
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Cari Titik Temu, Bupati Bogor Ajak Duduk Bersama Bahas Isu Viral Kades Minta THR
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?