SuaraJabar.id - Subnit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya mendatangi lokasi 'kuburan massal' bus Transjakarta di lahan kosong yang berada di Jalan Raya Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Senin (29/7/2019).
Pantauan suara.com, dengan mengenakan kemeja putih, empat anggota Subnit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya tiba di lokasi sekitar pukul 14.50 WIB. Tidak lama kemudian, mereka masuk ke dalam untuk melihat ratusan bus yang terbengkalai.
Setelah itu, mereka memanggil salah satu penjaga lahan tersebut dan pergi meninggalkan lokasi. Mereka pun enggan berkomentar kepada awak media yang mencoba mengkonfimasi terkait kedatangannya ke lokasi 'kuburan massal' bus Transjakarta itu.
"Maaf enggak bisa (komentar)," ujar salah satu anggota, kepada wartawan, Senin (29/7/2019).
Sebelumnya, sekitar 300 unit bus Transjakarta terbengkalai di sebuah lahan kosong di pinggir Jalan Raya Dramaga, Desa Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat sejak tahun 2018 lalu.
Mayoritas bus sudah dalam kondisi rusak baik di bagian bodi, interior maupun mesin. Diketahui, ratusan bus Transjakarta itu merupakan aset dari PT Adi Teknik Ecopindo yang berdasarkan keputusan Pengadilan Niaga dinyatakan perusahaan pailit.
Hal itu juga tertuang dalam tulisan di kaca bus yaitu "Budel Pailit PT. Putera Adi Karyajaya (Dalam Pailit) sesuai putusan perkara no.21/PDT.SUS-Pailit/2018/PN. Niaga.JKT.PST, tertanggal 20 September 2018 dalam pengawasan kurator dan pengadilan niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat."
Sebelumnya, Camat Dramaga Adi Henriyana mengatakan ratusan bus tersebut merupakan aset dari PT Adi Teknik Ecopindo yang berdasarkan keputusan Pengadilan Niaga dinyatakan perusahaan pailit.
"Bus itu aset dari salah satu perusahaan yang pailit dan sekarang dikuasakan kepada kurator Lumbang Tobing cs," kata Adi, saat dikonfirmasi pada Senin (29/7/2019).
Baca Juga: Lahan Kuburan Massal Bus Transjakarta di Bogor Milik Perusahaan Pailit
Kontributor : Rambiga
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Dedi Mulyadi Bantah Proyek Data Center Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Terkendala Birokrasi
-
Dave Laksono: Reshuffle Kabinet Bagian dari Evaluasi dan Penataan
-
Bupati Karawang Tegaskan Mutasi ASN Tanpa Pungutan: Tak Ada Jual-Beli Jabatan
-
Dua Pelajar Terseret Ombak di Pantai Istiqomah, Satu Selamat, Satu Masih Dicari
-
Pria Ditemukan Tewas di Sungai Cipelang, Dokter Forensik Temukan Sejumlah Luka