SuaraJabar.id - Warga Kampung Gunung Kembar, Desa Bojong, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi, sedang diteror kasus pencurian celana dalam wanita. Diduga aksi pencuri barang pribadi itu sudah terjadi lama dan pelakunya masih misterius.
Anggi (33), seorang warga mengatakan, aksi pencurian celana dalam ini membuat para ibu-ibu di lingkungan tempat tinggalnya menjadi ketakutan.
"Kejadian ini sudah berlangsung setahun membuat para ibu resah kehilangan celana dalamnya yang dijemur," kata Anggi seperti dikutip Sukabumiupdate.com--jaringan Suara.com, Kamis (29/8/2019).
Menurut Anggi, pencurian celana dalam ini tidak setiap hari terjadi. Namun ada jeda waktu dan terjadi lagi pada minggu-minggu ini. Bahkan celana dalam milik istri Anggi juga dicuri.
"Hal ini membuat para ibu dan kaum perempuan resah dan tidak bisa apa-apa, cuma was-was dan takut saja. Bahkan istri saya salah satu korban," kata dia.
Maling celana dalam beraksi bukan di Kampung Gunung Kembar saja, sebab kejadian serupa juga terjadi di kampung-kampung lainnya.
"Bahkan sampai ada yang kehilangan lebih dari satu celana dalam. Dalam satu jemuran hilang bisa sampa lima buah celana dalam," ujarnya.
Menurut Anggi, pelakunya sebenarnya sudah ketahuan sejak lama karena pernah kepergok saat mencuri celana dalam.
"Dikira tidak akan mengulangi perbuatannya, eh kemarin ramai lagi kehilangan celana dalam dan banyak saksi melihat ternyata itu-itu juga orangnya. Sekarang mau diselesaikan secara kekeluargaan dengan pihak terkait, agar tidak mengulangi lagi perbuatannya," katanya.
Baca Juga: Polisi Akan Buru Maling Sakti yang Sasar Mobil di Sunter
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
6 Fakta Tuntutan Mati Terdakwa Ririn, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu
-
Habisi Satu Keluarga Termasuk Bayi 8 Bulan di Indramayu, Terdakwa Ririn Dituntut Hukuman Mati
-
Bupati Sukabumi Pecat Kepala Desa Babakanjaya Terkait Dugaan Penyimpangan APBDes
-
Tak Cukup Satu Tersangka, Pengacara Minta Polres Sukabumi Kota Tahan BHW dan Buru Penerima Video
-
Mahasiswa Bandung Demo Kritik MBG dan Ekonomi, Dedi Mulyadi: Enggak Ada Problem, Sudah Biasa