SuaraJabar.id - Jasad seorang lelaki bernama Isya Sulaeman (42) yang tewas membusuk di rumahnya sempat membuat geger warga di kawasan Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat. Bahkan, warga awalnya mengira bau busuk yang berasal dari rumah Isya adalah bangka mayat tikus.
Namun, ternyata bau busuk yang menyengat itu adalah berasal dari mayat Sulaeman.
"Saya kaget, pak Sulaeman meninggal dunia. Tapi kebanyakan warga hanya menduga bahwa bau busuk itu berasal dari bangkai tikus saja," kata Ketua RT5 RW 2, Sofian saat ditemui di Depok, Jumat (6/9/2019).
Sofian menuturkan bahwa sosok almarhum Isya dikenal warga sekitar orangnya ramah. Bahkan, banyak dari teman almarhum yang tak mengetahui penyebab tewssnya Isya karena mengalami sakit. "Orangnya ramah suka tegur orang, " katanya.
Mengetahui awal Isya meninggal dunia berawal dari kerabatnya yang datang menjenguknya. Sebab, selama dua hari HP Isya tidak aktif.
"Pintu dalam keadaan terkunci dan didobrak. Pas terbuka pak Isya sudah meninggal dunia," katanya.
Sebelumnya, Isya ditemukan tewas membusuk di rumah yang berada di Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat pada Kamis (5/9/2019) pagi. Saat ditemukan, kondisi mayat lelaki tersebut sudah dalam kondisi mengenaskan.
"Jasadnya sudah dibawa ke rumah sakit. Kondisinya sudah membusuk dan menghitam," kata Lurah Abadijaya Widiyanto ketika di konfirmasi di Depok, Kamis (5/9/2019).
Widiyanto mengatakan, berdasarkan keterangan warga, Isya sudah lama menderita sakit.
Baca Juga: Mayat Pria Dekat Tol Jagorawi Sopir Taksi Online, Polisi Bekuk Oknum TNI
Kontributor : Supriyadi
Berita Terkait
-
Mayat Pria Dekat Tol Jagorawi Sopir Taksi Online, Polisi Bekuk Oknum TNI
-
Rekonstruksi Kasus Istri Bakar Suami dan Anak Tiri di Kalibata City
-
Temuan Mayat Pria Dekat Tol Masih Misteri, Polisi Fokus Cari Identitas
-
Geger Penemuan Mayat Pria Tanpa Identitas di Kebun Kosong Milik Jasa Marga
-
Pekerja OB Ditemukan Tewas Mengambang di Perairan Pantai Mutiara
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Misteri Kematian NS di Jampangkulon Sukabumi, DP3A Turun Tangan Kawal Proses Hukum
-
Surati Bupati Tasikmalaya, Koalisi Masyarakat Sipil Tuntut Perlindungan Jemaat Ahmadiyah
-
Isak Tangis Ibu Kandung NS di Sukabumi: Minta Keadilan atas Kematian Tragis Anaknya
-
5 Poin Penting Ibu Tiri NS di Sukabumi Bantah Keras Tuduhan Kekerasan
-
Kabupaten Bogor Kembali Raih Opini WTP: Bukti Nyata Transparansi di Bawah Kepemimpinan Rudy-Ade