SuaraJabar.id - Polisi masih mendalami kasus penembakan terhadap kontrakator yang seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Majelengka, Jawa Barat.
Ternyata pelaku penembakan itu tak lagi adalah anak Bupati Majalengka, Karna Sobahi, berinisial IN. Aksi penembakan itu diduga terjadi karena saat korban hendak menagih utang proyek kepada terduga pelaku.
"Saat ini masih proses penyelidikan dan sementara pelaku diduga IN," kata Wakapolres Majalengka, Jawa Barat, Kompol Hidayatullah seperti dikutip Antara, Selasa (12/11/2019).
Dala kasus ini, polisi sudah memeriksa sebanyak enam saksi. Para saksi yang diperiksa adalah orang-orang yang berada di lokasi.
"Kami baru melakukan pemeriksaan terhadap enam saksi," katanya.
Hidayat mengatakan akan memberikan keterangan tambahan apabila proses penyidikan telah usai, karena saat ini masih terus berjalan.
"Perkembangan (kasus penembakan ini) akan kita sampaikan lebih lanjut, kalau semua bukti sudah dirasa cukup," tuturnya.
Korban, kata Hidayat mengalami luka tembakan yang diduga dilakukan menggunakan senjata api dengan peluru karet.
"Untuk saat ini diduga luka (yang dialami korban) akibat tembakan senjata api dengan peluru karet," tuturnya.
Baca Juga: Mengerikan! Begini Detik-detik Polisi Hong kong Tembak Demonstran
Berita Terkait
-
Dar... Der... Dor... Baku Tembak Terjadi di Wamena Papua, 1 Tewas
-
Eki Tembak Mantan Pacarnya karena Cemburu, Orangtua Jengkel
-
Pasca Polisi Tembak Polisi, Ruang SPK Polsek Cimanggis Tetap Dibuka
-
Detik-detik Polisi Tembak Polisi di Depok, Bripka RE Tewas Seketika
-
Polisi Tembak Polisi di Depok, Kapolda Metro Jaya: Kami Berduka
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Gunakan Uang APBDes Rp574 Juta untuk Renovasi Rumah dan Bayar Utang, Kaur Keuangan Desa di Sukabumi
-
BPK Apresiasi Transformasi Kementerian Hukum, Tata Kelola Terus Didorong Menguat
-
Harga Pupuk Turun 20 Persen, Petani Padi Sumedang Terbantu Tekan Biaya Produksi
-
Dorong Pencegahan Penyakit, Waketum PSI Sebut Program Cek Kesehatan Gratis Perlu Diperkuat
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita