Lantaran itu, Shintya dan beberapa pedagang lainnya harus mencari alternatif lain yakni mencari bahan baku lokal sebagai pengganti bahan baku yang diimpor dari China.
“Dari pabrik mengatakan ada keterlambatan, bilangnya sih seperti itu maka dari itu positifnya pabrik berusaha mencari penggantinya pakai bahan lokal, jadi kita juga harus konfirmasi lagi ke kostumer untuk penggantian bahan baku, pakai produk yang ada yang lokal yang memang mirip-mirip, kita alihkan ke situ."
Terkait dengan keluhan yang didapat akibat komplain kostumer, Shintya mengatakan pihaknya berusaha untuk menjelaskan terkait terhambatnya bahan baku.
“Kita terima aja kalau ada komplain, karena mau gimana lagi kalau, kita berusaha penuhi permintaan kostumer tapi kalau dari semua pubrik emang terhalang dari pengiriman impor ya mau gimana lagi.”
Kontributor : Silmi Kaffah
Berita Terkait
-
Shopee Pastikan Barang Asal Tiongkok Bebas dari Virus Corona
-
60 Ribu Orang Terinfeksi Virus Corona, Dampak Terapi Hormon Transgender
-
Semua Sehat, WNI dari Wuhan Boleh Tinggalkan Natuna 15 Februari
-
Virus Corona Disebut Bisa Sembuh Lewat Rukiah, Menag: Tanya Pak Menkes Saja
-
Masa Observasi WNI dari Wuhan di Natuna Selesai, Kemenkes Ungkap Fakta
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan
-
Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor
-
Dedi Mulyadi: Pilkades di Jabar Tanpa Kertas Suara dan Penghitungan Lama