Lantaran itu, Shintya dan beberapa pedagang lainnya harus mencari alternatif lain yakni mencari bahan baku lokal sebagai pengganti bahan baku yang diimpor dari China.
“Dari pabrik mengatakan ada keterlambatan, bilangnya sih seperti itu maka dari itu positifnya pabrik berusaha mencari penggantinya pakai bahan lokal, jadi kita juga harus konfirmasi lagi ke kostumer untuk penggantian bahan baku, pakai produk yang ada yang lokal yang memang mirip-mirip, kita alihkan ke situ."
Terkait dengan keluhan yang didapat akibat komplain kostumer, Shintya mengatakan pihaknya berusaha untuk menjelaskan terkait terhambatnya bahan baku.
“Kita terima aja kalau ada komplain, karena mau gimana lagi kalau, kita berusaha penuhi permintaan kostumer tapi kalau dari semua pubrik emang terhalang dari pengiriman impor ya mau gimana lagi.”
Kontributor : Silmi Kaffah
Berita Terkait
-
Shopee Pastikan Barang Asal Tiongkok Bebas dari Virus Corona
-
60 Ribu Orang Terinfeksi Virus Corona, Dampak Terapi Hormon Transgender
-
Semua Sehat, WNI dari Wuhan Boleh Tinggalkan Natuna 15 Februari
-
Virus Corona Disebut Bisa Sembuh Lewat Rukiah, Menag: Tanya Pak Menkes Saja
-
Masa Observasi WNI dari Wuhan di Natuna Selesai, Kemenkes Ungkap Fakta
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Waspada Jebakan Swasembada Beras: HKTI Jabar Desak Pemerintah Prabowo Lakukan Lima Langkah Strategis
-
Dirjen Bangda Kemendagri Ingatkan Pengelolaan Anggaran By Design
-
Komitmen Dukung ASRI, BRI Bersih-bersih di Pantai Kedonganan Bali
-
Kebakaran Pabrik Plastik di Cibolerang Bandung, Asap Hitam Membumbung
-
Persib Bandung Gaet Sergio Castel: 5 Poin Penting Rekrutan Anyar Pangeran Biru