SuaraJabar.id - Mayat telanjang wanita bertato burung hantu di Jalan Raya Lembang, Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sempat dikira sampah oleh warga. Sebab posisi wanita bertato burung hantu itu tergeletak di dalam selokan di tepi jalan.
Sampai kini, polisi belum mau mengungkap identitas jasad wanita bertato burung hantu itu. Wanita bertato burung hantu itu di temukan tewas di selokan depan Hotel Novena, Kamis (5/3/2020) pagi.
SuaraJabar.id menelusuri lokasi penemuan mayat wanita bertato burung hantu itu. Lokasinya berada di jalan utama perbatasan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.
Di lokasi, lalu lintas kendaraan cukup ramai biasanya. Jalan ini, salah satu jalur yang biasa di lewati para wisatawan yang ingin bertamasya ke Lembang. Sesampainya di lokasi temu mayat wanita bertato burung hantu itu, SuaraJatim.id, mendapati seorang petugas keamanan hotel Novena, Andri (45). Dia salah seorang saksi yang mendapati mayat wanita bertato burung hantu itu.
Baca Juga: Dicari! Pembunuh Cewek Bertato Burung Hantu Telanjang di Bandung
Andri mengatakan saat warga melaporkan ada temu mayat itu, dirinya kebetulan sedang berjaga bersama dengan empat rekannya.
"Sekitar pukul 07.00 WIB, pagi ada warga yang datang ke pos satpam. Kebetulan saya dan empat rekan saya sedang piket, warga bilang katanya ada orang lagi tidur di selokan," kata Andri, saat ditemui di pos hotel, Jumat (6/3/2020).
Ia pun bersama satu rekannya, mencoba mengecek ke lokasi yang dituduhkan warga. Sesampainya depan hotel, dari kejauhan terlihat ada kaki manusia dari atas selokan. Selokan yang di maksud, berada sekitar satu meter lebih dari hotel, dan persis berada depan hotel. Kedalaman selokan itu, kira-kira tak lebih dari satu tengah meter.
"Setelah dicek, memang benar ada orang kelihatan kakinya. Diperhatiin kenapa nggak gerak-gerak? Pas itu belum tahu apa itu cewek atau cowok," ucapnya.
Seingatnya dia, saat ditemukan jasad itu terbungkus seprei warna hijau gambar dan kepalanya dibungkus trash bag (plastik hitam besar). Dari temuan itu, ia pun langsung melaporkan kepada polisi. Tak lama polisi datang dan baru diketahui jasad itu berjenis kelamin wanita.
Baca Juga: Foto-foto Cewek Bertato Burung Hantu Tewas Telanjang di Jalan Lembang
Andri mengaku malam harinya (Rabu 6 Maret 2020) sebelum ada temu mayat, dirinya berada di pos satpam hotel. Namun sepanjang penjagaannya, ia tidak menemukan ada suara keributan serta tidak melihat kejadian apapun.
Berita Terkait
-
Lebih Murah dan Ramah Lingkungan, Predator Ini Dikembangbiakkan Atasi Hama Tikus Persawahan
-
7 Fakta Menarik Great Horned, Burung Hantu dengan Kemampuan Terbang Senyap
-
Tes Kepribadian 10 Desember 2022: Apa Aset Terbesar Dalam Diri yang Tersembunyi?
-
Panas Lagi! Hasto Tanggapi Andi Arief Soal 'Burung Hantu ' yang Bisa Jegal Koalisi Perubahan, Jangan-jangan..
-
Menebak Siapa Burung Hantu yang Ingin Koalisi Pengusung Anies Bubar
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Cari Titik Temu, Bupati Bogor Ajak Duduk Bersama Bahas Isu Viral Kades Minta THR
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?