SuaraJabar.id - Pemudik ke Cianjur, Jawa Barat akan dites rapid test virus corona. Satgas COVID-19 akan melakukan itu terhadap pemudik yang melintas di jalur Puncak-Cianjur.
Hal itu sebagai upaya memutus rantai penyebaran COVID-19. Mereka yang diperiksa merupakan pemudik dengan tujuan Cianjur.
"Mereka yang hendak mudik ke Cianjur, dilakukan tes cepat untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Kalau negatif mereka tetap dianjurkan isolasi rumah selama 14 hari, kalau positif akan dilakukan tindakan mulai dari karantina atau isolasi rumah sakit," kata Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman pada wartawan Kamis.
Ia menjelaskan untuk pengendara dari zona merah dengan tujuan luar kota Cianjur, tidak akan diizinkan untuk melintas dan dikembalikan ke daerah asalnya masing-masing karena larangan PSBB parsial lanjutan, akan lebih ditingkatkan guna memutus rantai penyebaran.
Sehingga Cianjur dapat kembali ke zona hijau dengan lebih memperketat penyekatan.
Herman mengungkapkan bagi pemudik dengan tujuan Cianjur pun, harus melaksanakan isolasi rumah selama 14 hari tidak keluar rumah untuk memastikan kesehatan mereka.
Sedangkan mereka yang hasil rapid test positif diberikan pilihan untuk menjalani karantina di tempat yang sudah disediakan, rumah sakit atau mandiri.
"Kami berharap warga ikut serta membantu memutus rantai penyebaran COVID-19 ini, agar PSBB berjalan maksimal dan Cianjur bebas dari Corona. Tidak berkerumun dan keluar rumah untuk urusan yang tidak mendesak," katanya.
Hingga sore menjelang petugas telah memulangkan ratusan kendaraan dengan tujuan jarak dekat seperti Bandung Barat, Bandung, Garut, Tasikmalaya dan daerah lain di Jabar karena tidak mematuhi prosedur dan tidak mengantongi surat izin atau surat tugas.
Baca Juga: Sudah Lebih dari 7.000 Orang Positif Virus Corona Covid-19 di Malaysia
Petugas gabungan juga mencatat hingga sore menjelang dua ratusan orang menjalani tes cepat dan pemeriksaan suhu tubuh di Posko Siaga COVID-19 di Kawasan Puncak Pass, sebagian besar hasilnya negatif, namun mereka tetap diwajibkan lapor ke aparat setempat dan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
Terkini
-
Sentil Budaya Pencitraan, Bupati Rudy Susmanto: Menanam Pohon Itu di Tanah, Bukan di Baliho
-
Investasi SDM Jepang di Bogor, Brexa Targetkan Kirim 4.000 Tenaga Kerja Profesional Tahun Ini
-
Intip 2 Rekomendasi Destinasi Wisata Alam di Tasikmalaya dan Subang, Cocok Buat Liburan Keluarga
-
Kejutan Kasus BJB! 5 Fakta KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih Terkait Aktivitas Ridwan Kamil
-
Aditya Hoegeng Ungkap Kisah Eyang Meri: Di Belakang Orang Kuat Ada Orang Hebat