SuaraJabar.id - Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang Fitra Hergyana menyampaikan seluruh pasien positif Covid-19 yang berjumlah 20 orang di Karawang telah dinyatakan sembuh.
“Alhamdulillah 100 persen kesembuhan," kata Fitra seperti dilaporkan Ayobandung.com, kemarin.
Meski telah nol pasien positif Covid-19, Fitra menegaskan Karawang masih termasuk pada kategori wilayah zona merah penyebaran virus Corona. Hal itu karena laju penambahan reaktif rapid test, pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP) dan orang tanpa gejala (OTG) terus bertambah setiap harinya.
Tak hanya itu, kata dia, adanya kasus meninggal dunia dari pasien yang reaktif, PDP ataupun ODP juga masih terjadi.
Baca Juga: Murka karena Sering Diolok-olok, Tetangga Dibunuh saat Malam Takbiran
"Kabar Karawang sudah keluar dari zona merah itu tidak benar. Karena pusat ataupun provinsi masih menetapkan Karawang zona merah," kata dia.
Ia meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada dan patuh menjalani protokol kesehatan, meski di Kabupaten Karawang sudah 100 persen kesembuhan Covid-19. Ini guna tetap mencegah penyebaran virus.
Menurutnya, ada 8 indikator penilaian penetapan zona dan keberhasilan dari pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kedelapan indikator itu adalag Iaju ODP, PDP, kesembuhan, kematian, transmisi, pergerakan, reproduksi (penularan dari satu orang ke orang Iain) dan terakhir geografi.
Ia memaparkan untuk data orang reaktif rapid test, total ada 245 orang yang mana masih dalam observasi atau isolasi 30 orang. Sudah dinyatakan sembuh 193 orang dan meninggal dunia 22 orang.
"Pasien reaktif kami lakukan uji swab. Dan hasilnya negatif. Kami uji dua kali," ujarnya.
Baca Juga: Kades Dikeroyok karena Larang Salat Ied, 19 Jemaah Masjid Jadi Tersangka
Sementara itu, Pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah total 343 orang. Masih dalam pengawasan atau dirawat 36 orang. Dinyatakan sembuh 282 orang dan meninggal dunia 25 orang. Orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah total 4.778 orang. Masih dalam pemantauan 1.028 orang, selesai pemantauan 3.747 orang dan meninggal dunia 3 orang.
Orang tanpa gejala (OTG) berjumlah total 778 orang, selesai pemantauan 599 orang dan masih dalam pemantauan 179 orang. Meski kesembuhan mencapai angka 100 persen, namun bukan berarti Karawang sudah bebas corona. Bahkan tak menutup kemungkinan akan bertambah, jika perilaku masyarakat masih tidak peduli dan cuek.
Berita Terkait
-
Daftar 'Buffer Zone' Lalin Arus Mudik 2025 di Banten Jika Terjadi Kepadatan 'Zona Merah'
-
Review Serial 'Zona Merah', Serangan Zombie Indonesia yang Gak Kalah Seram
-
Serial Zona Merah Hadir di JAFF 2024, Sukses Bikin Penasaran Penyuka Genre Thriller!
-
Link Nonton Zona Merah: Saat Aghniny Haque Bertarung Lawan Mayat Hidup!
-
3 Series Indonesia Tayang November 2024, Seru dan Menegangkan!
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar