SuaraJabar.id - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi, Jawa Barat meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas puluhan pondok pesantren untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lembaga pendidikan keagamaan tersebut.
"Pengawasan ini kami lakukan pasca-adanya kluster ponpes di Kota Sukabumi dari hasil pemeriksaan swab ada puluhan pelajar yang positif Covid-19," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi Wahyu Handriana dilansir Antara, Selasa (15/9/2020).
Menurutnya, pengawasan yang dilakukan pihaknya tersebut bertujuan agar ponpes bisa menerapkan protokol kesehatan ketat untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19, karena lembaga pendidikan tersebut sudah mulai kembali melaksanakan berbagai aktivitas.
Selain itu, pihak ponpes pun diimbau untuk mematuhi peraturan pemerintah agar seperti tidak menerima tamu dahulu dari luar, menyediakan sarana dan prasarana cuci tangan pakai sabun, seluruh warga ponpes wajib menggunakan masker dan saat beraktivitas selalu menjaga jarak fisik.
Kasus Covid-19 di Kota Sukabumi sampai saat ini masih berfluktuasi dan cenderung meningkat, maka dari itu pengawasan yang dilakukan pihaknya terus ditingkatkan untuk antisipasi terjadi kluster baru.
"Untuk kasus Covid-19 yang menyerang salah satu lembaga pendidikan agama di Kecamatan Gunungpuyuh saat ini puluhan pelajar yang terkonfirmasi positif telah sembuh, namun institusi itu tetap dikarantina agar tidak ada warga yang keluar masuk," tambahnya.
Di sisi lain, Wahyu mengatakan pada Selasa, (15/9) total kasus warga yang terkonfirmasi positif sebanyak 170 orang, 156 orang diantaranya sudah sembuh dan 14 orang masih menjalani isolasi.
Bagi pasien Covid-19 yang baru sembuh diwajibkan untuk tetap melakukan isolasi mandiri selama 14 hari dengan pengawasan ketat dari pihak puskesmas. Sementara untuk mereka yang masih melaksanakan isolasi kondisi kesehatannya cukup baik.
Baca Juga: Gempa Sukabumi Dipicu Sesar Aktif Cipamingkis yang Membentang ke Laut
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Mobilitas Makin Fleksibel, BRI Infinite Prioritas Tawarkan Ekstra 27.000 GarudaMiles
-
Buntut Skandal Kamar Mewah, Bangunan Fasilitas Khusus di Lapas Cibinong Akhirnya Diratakan
-
Temuan Anyar Sidak DPR di Lapas Cibinong: Ada Bangunan Tanpa Izin dan Krisis Tenaga Kesehatan
-
13 Rumah Terdata Cuma 3 Milik Negara, DPR Soroti Ketimpangan Aset - Isu Jual Beli di Lapas Cibinong
-
Konflik Keluarga Berujung Kebakaran, Dua Rumah di Cianjur Ludes