SuaraJabar.id - Macan Tutul Jawa merupakan kucing besar terakhir di hutan Jawa setelah Harimau Jawa dinyatakan punah pada 1980an. Populasi hewan bernama latin Panthera Pardus Melas di alam bebas juga semakin berkurang.
Di kawasan Kawah Putih, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung seekor macan tutul keluar dari habitatnya. Ia ditemukan warga dengan kondisi tubuh terdapat luka jerat tali.
Kasi Humas Polsek Ciwidey Bripka Ganda mengatakan, macan tutul tersebut ditemuka pada Jumat (23/10/2020) oleh warga.
"Awalnya dikira ada yang memburu," ujar Ganda dihubungi Ayobandung.com-jaringan Suara.com, Minggu (25/10/2020).
Hal tersebut dikarenakan saat ditemukan warga, macan tutul tersebut dalam keadaan terikat oleh tali yang menyebabkan tidak bisa berlari kencang dan hampir lemas.
Namun setelah ditangkap, ternyata tali yang mengikat tidak seperti jerat yang biasa digunakan oleh pemburu.
"Talinya juga acak-acakan, sepertinya itu tali yang tertinggal di kawasan hutan dan tidak sengaja membelit macan tutul," imbuhnya.
Akibatnya kaki macan mengalami luka dan membutuhkan perawatan. Petugas dari BKSDA kemudian membawa macan tersebut untuk mendapat perawatan medis.
"Sudah dibawa ke tempat karantina BKSDA, karena lukanya harus dirawat," ucapnya.
Baca Juga: Tiga Kementerian Dukung Kejuaraan Balap Sepeda Pasca Pandemi di 2021
Kawasan Kawah putih kata Ganda memang merupakan habitat macan tutul. Di kawasan tersebut terdapat beberapa ekor macan tutul.
"Warga juga sudah tahu, karena saat musim kering suka turun dan mengincar ternak. Tapi warga tidak pernah memburunya, karena turun ke pemukiman juga kalau sedang musim kering," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
BRI Jaga Kelancaran Transaksi Selama Libur Idul Fitri 1447 H dengan Layanan Cabang Selektif
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
Adu Banteng di Jalur Sukabumi-Bogor: Colt Mini L300 Hantam Pajero, Bagaimana Nasib 8 Penumpang?
-
Mengawal Senyum Buruh: Kala Ribuan Karyawan Kahatex Cairkan THR di Bawah Penjagaan Ketat Polisi
-
Maut Menjemput di Simpang Tonjong: Detik-Detik Avanza Oleng Renggut Nyawa Pejalan Kaki di Ciamis