SuaraJabar.id - UOB Painting of the Year kembali digelar tahun ini. Pada gelaran kali ini karya lukis diwarnai tema wabah Covid-19. Tema ini berupa ungkapan keprihatinan maupun optimisme dalam menghadapi pandemi ini.
Seperti pemenang dari kompetisi ini, Prabu Perdana, seniman asal Bandung tersebut menciptakan lukisan bertemakan "Isolated Garden" atau taman yang terisolasi.
Melansir Antara, Prabu menceritakan karya lukisnya itu merefleksikan tema solidaritas dengan menggambarkan kesadaran untuk menjaga jarak di tengah pandemi yang tengah berlangsung.
Karya-karya mereka ke depannya bisa menjadi peninggalan untuk mengingatkan kepada generasi penerus bahwa di Indonesia pernah terjadi wabah yang mempengaruhi kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi.
Seniman berusia 36 tahun ini menerangkan mengenai lukisan yang dibuatnya lebih menekankan pentingnya kebersamaan dan persatuan, bahkan saat kita memperoleh kekuatan dari kesendirian di tengah jarak sosial untuk mengatasi pandemi ini.
Hal ini juga melambangkan harapan bahwa di tengah ketidakpastian yang disebabkan Covid-19, kita harus tetap tangguh dalam solidaritas untuk menghadapi masa depan.
Prabu mengatakan sebagai perupa profesional, dirinya merasa terhormat memenangkan penghargaan ini dan berharap dapat mewakili Indonesia untuk bersaing mendapatkan penghargaan di tingkat Asia Tenggara.
Prabu mengaku kalau dirinya terus mengikuti perkembangan kompetisi ini dan tahun ini merupakan keempat kalinya berpartisipasi. Kemenangan ini sangat berkesan bagi karena momentum ini berlangsung di tengah pandemi global yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Karya seni Prabu Perdana telah memberi kesan tersendiri bagi para juri yang terdiri dari para praktisi seni rupa Indonesia, yaitu Dr Agung Hujatnikajennong, kurator seni independen dan dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung; Asikin Hasan, kurator Salihara dan anggota Dewan Kurator Galeri Nasional Indonesia; dan Ay Tjoe Christine, salah satu perupa wanita kontemporer terkemuka di Indonesia yang karyanya telah dipamerkan di Asia, termasuk retrospektif besar di Museum of Contemporary Art di Kanazawa, Jepang pada 2018.
Sebagai pemenang kompetisi, Prabu Perdana mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 250 juta. Karya seninya akan bersaing dengan pemenang dari Malaysia, Singapura dan Thailand untuk penghargaan UOB Southeast Asian Painting of the Year yang akan diumumkan pada 3 Desember 2020.
Ia juga berkesempatan untuk memenangkan program residensi di Fukuoka Asian Art Museum.
Kategori Perupa Pendatang Baru , Michelle Felicia Darmawan yang berusia 17 tahun memenangkan penghargaan sebagai artis paling menjanjikan di tahun 2020 untuk karyanya yang berjudul "This Too Shall Pass" atau ini segera berlalu.
Karya seni tersebut mewakili situasi pandemi yang tidak pasti dan dampak yang ditimbulkan. Masyarakat di seluruh dunia dituntut untuk beradaptasi dengan perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam hidup mereka, dan tetap menghadapi masa yang sulit dengan semangat yang gigih.
Sementara itu, Presiden Direktur UOB Indonesia, Hendra Gunawan mengatakan kompetisi ini merupakan wadah untuk menghubungkan perupa lokal dengan lebih banyak peluang di pentas seni regional dan internasional.
Hendra melihat karya seni Indonesia memiliki kaliber tinggi yang diciptakan oleh banyak perupa berbakat, termasuk para alumni pemenang UOB Southeast Asian Painting of the Year dan harapannya akan lebih banyak lagi perupa berbakat Indonesia yang memperoleh pengakuan atas prestasi mereka.
Di tengah ketatnya pembatasan jarak fisik, tahun ini kompetisi ini dihadirkan melalui portal daring bagi para peserta agar dapat mengirimkan karya mereka dengan mudah dan aman selama kurun waktu 14 Agustus hingga 18 Oktober 2020.
Berita Terkait
-
Head to Head Persib vs Persebaya: Maung Bandung Superior Jelang Final Piala Presiden 2026
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Pagelaran Sabang Merauke 2026 Hadirkan Hikayat Srikandi Nusantara, Libatkan 1.700 Seniman
-
Persija Tantang Persib di Semifinal Piala Presiden 2026, STY Utamakan Proses Ketimbang Gelar
-
Prediksi Skor, Susunan Pemain Persib Bandung vs Persija Jakarta, El Clasico di Piala Presiden
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
Geger di Garut! Dendam Lama Berujung Pembacokan, Pria Serang Kerabat Pakai Golok