SuaraJabar.id - Warga Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi dihebohkan dengan temuan pocong mini di area Makam Kokolot (keramat) Kampung Nyalindung Desa Mandrajaya pada Jumat (4/12/2020) petang. Selain pocong mini, warga juga menemukan foto perempuan yang dikubur bersama benda itu dalam bungkusan kain kafan.
Kepala Desa Mandrajaya, Agustina Abdul Hasanudin mengatakan, temuan pocong kecil itu tak sengaja ditemukan sejumlah pemuda yang hendak berziarah ke salah satu makam keluarganya.
“Biasa sebelum berdoa dan baca yasin, bersih bersih makam dulu. Ada yang mencurigakan disalah satu makam, di mana tanahnya terlihat bekas digali. Kemudian dicek sama para pemuda itu, ternyata ada pocong kecil berbungkus kafan yang dikubur dangkal dimakan tersebut,” jelas Agustina melalui sambungan telepon saat dihubungi Sukabumiupdate.com-jaringan Suara.com.
Lantaran penasaran bercampur takut, peziarah itu kemudian menggali dan menemukan foto seorang wanita yang dikubur bersama pocong kecil itu.
Baca Juga: Heboh Penemuan Bungkusan Pocong Isi Foto Wanita dan Minyak Wangi di Pantai
“Heboh, langsung dibawa ke rumah saya malam-malam. Setelah dicek benar itu pocong-pocongan dari boneka jerami yang dibentuk seperti manusia. Dibungkus kain kafan lengkap dengan tali-talinya, mirip pocong beneran."
Tak ingin membuat kehebohan, Agustina meminta warga yang menemukan untuk segera membuang pocong tersebut.
“Tak tahu dibakar atau dibuang ke sungai atau dikubur, saya minta dimusnahkan saja karena bikin panik warga,” sambungnya.
Meski begitu, dia menduga pocong-pocongan itu dibuat untuk keperluan mistis guna-guna.
“Mungkin masih ada yang percana mistis guna-guna. Kalau wanita yang ada di foto itu bukan orang desa sini. Tapi yang buat pocong-pocongan itu mungkin saja orang sini,” katanya.
Baca Juga: Viral Warga Cinere Depok Dihukum Pakai Kostum Pocong, Tak Pakai Masker
Namun setelah ditelusuri lebih lanjut, warga juga menemukan jarum yang dikubur dangkal di atas makam tersebut.
“Bentuk dan cara mengikatnya mirip dengan jenazah. Dibungkusnya juga dengan kain kafan, bahkan tali pocongnya juga dari kain kafan. Kami belum tahu siapa wanita yang fotonya ditemukan bersama pocong itu, sepertinya bukan orang desa sini,” beber Agustina.
Namun di balik pas foto perempuan tersebut tertulis nama Neneng binti M (inisial). Foto tersebut ditancapkan dengan jarum ke pocong kecing berisi boneka jerami kering yang dibungkus dengan kain kafan menyerupai pocong.
Meski begitu, Agustina menegaskan, warga tidak mengenali perempuan yang fotonya yang temukan bersama pocong tersebut.
“Sudah saya cek ke warga, kami tidak mengenali foto wanita itu, kayaknya bukan orang desa sini,” jelasnya.
Berita Terkait
-
Nyalakan Sirine Darurat, Sopir Ambulans Bukan Bawa Pasien Tapi Warga yang Ingin Wisata ke Sukabumi
-
7 Makanan Lebaran Khas Sukabumi yang Bikin Kangen saat Lebaran Tiba
-
Ramadan Penuh Berkah, Cleanermasjid & Driver ShopeeFood Kompak Bantu Masjid
-
Tanah Bergerak Guncang Bandung, 20 Rumah Rusak
-
Mengintip Menu dan Harga Warung Songoseng Nunung di Solo, Konon Makin Sepi gegara Diganggu Orang
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar