SuaraJabar.id - Seorang perempuan mengalami kejadian tragis saat calon suaminya pergi untuk selamanya.
Wanita asal Malaysia itu bercerita bahwa dirinya baru 10 menit bertemu dengan calon suaminya sebelum mendapat kabar duka itu.
Ia pun membagikan kisah itu lewat cuitan Twitter yang berhasil membuat warganet terharu..
Melansir mStar, Nur Husnina Azmah membagikan kesedihannya setelah sang calon suami meninggal akibat kecelakaan di jalan raya.
Baca Juga: Mirip Tali Kabel, Gelang Zip Tie Ini Dijual Jutaan, Warganet: Supaya Apa?
"Sayang, kenapa tinggalkan saya sendiri? Anda berjanji menikahi saya tahun ini, kenapa Anda pergi lebih dulu?" cuitnya dalam bahasa Melayu, yang hingga kini sudah mendapat lebih dari 32 ribu likes.
Menurut cerita Nur Husnina, calon suaminya yang bernama Muhammad Ilham Norsham meninggal pada hari Minggu (10/1/2021) silam. Padahal, Muhammad Ilham baru saja berkunjung ke rumahnya.
"Malam itu almarhum baru saja datang ke rumah saya di Klang, Selangor. Kira-kira 10 menit selepas almarhum pulang, saya dapat panggilan telepon dari kakaknya menyatakan almarhum kecelakaan di Lebuhraya Persekutuan," kisah Nur Husnina.
Awalnya, Nur Husnina mengira jika si calon suami hanya kecelakaan ringan. Ia pun mencoba menelepon ponsel sang kekasih.
Namun, telepon tersebut diangkat oleh orang lain. Nur Husnina lantas mendapat kabar jika calon suaminya telah meninggal dunia.
Baca Juga: Polisi Digugat Keluarga Korban Laskar FPI, Hakim: Ini Kemana Tidak Hadir
Sempat tidak percaya, Nur Husnina langsung pergi ke lokasi kejadian ditemani kedua orangtuanya. Perempuan ini pun mengungkap kondisi calon suaminya yang bertabrakan dengan kereta saat naik motor.
"Saya segera berlari menghampirinya yang kaku... keadaan almarhum saat itu mirip orang yang sedang pingsan. Almarhum tidak mengalami cidera luar yang buruk," imbuhnya.
Nur Husnina sendiri tidak menyangka jika pertemuan mereka saat itu menjadi yang terakhir. Pasalnya, perempuan 23 tahun itu berencana menikah pada Oktober nanti.
Tidak hanya itu, keduanya sudah berpacaran selama 7 tahun lamanya. Meski sudah berniat menikah, rencana mereka selalu tertunda karena pandemi Covid-19.
"Siapa sangka dia pergi lebih dulu meninggalkan kami. Empat hari selepas kepergiannya, kehidupan sangat berbeda. Tidak ada lagi yang rajin mengirim pesan setiap hari, tiada lagi orang yang mendengar masalah," curhat Nur Husnina.
Nur Husnina sendiri tidak menyangka jika kisahnya tersebut akan menjadi viral. Awalnya, perempuan 23 tahun ini mengatakan bahwa ia sekadar membagikan kisah demi mengenang kepergian almarhum calon suami.
Berita Terkait
-
Seorang Bocah Ditemukan Tewas Tenggelam saat Libur Lebaran di Pantai Garut
-
Dewi Yull Akan Hadir di Pemakaman Ray Sahetapy
-
Ray Sahetapy Mualaf di Masjid Istiqlal, Anak Ingin Perjalanan Islam Ayahnya Ditutup di Sana
-
Unggahan Dewi Yull Tentang Ray Sahetapy yang Baru Meninggal Disorot
-
6 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bandung, Cocok untuk Liburan Keluarga
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar