SuaraJabar.id - Warga Kota Cimahi mulai melirik menjadi buruh migran atau mengadu nasib hingga ke luar negeri. Apakah ini pertanda warga Kota Cimahi mulai sulit mencari kerja di kotanya sendiri?
Dari data Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi, tercatat ada 18 warga yang mengadu nasib di luar negeri.
Belasan tenaga kerja lokal tersebut bekerja di berbagai negara, yakni di Malayasia ada 6 orang, Jepang 5 orang, Taiwan 1 orang, Arab Saudi 1 orang, Qatar 1 orang, Vietnam 1 orang, Libia 1 orang, Hongkong 1 orang dan Singapura 1 orang.
"Jadi totalnya ada 18 orang. Tahun 2020 ada 17 orang, dan tahun 2021 ini baru 1 orang yang berangkat," terang Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Dinas Tenaga Kerja. Kota Cimahi, Jamilah kepada Suara.com, Rabu (17/2/2021).
Ia mengatakan, ada berbagai pekerjaan yang ditekuni belasan buruh migran asal Kota Cimahi tersebut. Di antaranya di bidang industri, pertanian, guru, bartender hingga pemagangan di tengah menimba ilmu.
"Iya mereka kontrak semua," ucap Jamilah.
Dirinya menegaskan, semua buruh migran asal Cimahi yang bekerja di luar negeri berangkat sesuai prosedur. Artinya, kata Jamilah, tidak ada yang berangkat secara ilegal.
"Kalau di Cimahi gak ada yang ilegal, tertib di Cimahi," tegasnya.
Saat awal-awal pandemi Covid-19, terang Jamilah, memang ada larangan untuk keberangkatan tenaga kerja lokal ke luar negeri. Namun kini aturan tersebut sudah dibuka kembali.
Baca Juga: Pria Bertato Tewas Gantung Diri di Tangsel, Polisi Ungkap Fakta Dari Sperma
Untuk itu dalam waktu dekat, pihaknya berencana bakal melakukan sosialisasi ke setiap kelurahan di Kota Cimahi perihal peluang menjadi calon buruh migran. Pihaknya bakal melibatkan sejumlah instansi terkait seperti Imigrasi.
Menurut Jamilah, membuka peluang bagi warga Kota Cimahi untuk menjadi buruh migran menjadi salah satu solusi pengentasan pengangguran di Kota Cimahi yang meningkat berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik Jawa Barat.
"Jadi dengan calon PMI (Pekerja Migran Indonesia), harapan kita nanti bisa mengurangi pengangguran dan meningkatkan taraf perekonomian masyarakat," ujarnya.
Nantinya jika masyarakat berminat, terang Jamilah, tinggal mengajukan ke Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi. Nantinya pihaknya akan memberikan rekomendasi atau pengantar ke Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jawa Barat.
"Kalau syarat-syaratnya di antaranya seperti KTP. Kalau yang sudah menikah harus ada izin suami atau istri, kemudian yang belum menikah izin orang tua," tandas Jamilah. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]
Berita Terkait
-
Nasib Gen Z di Jalur Gaza, Sarjana Pengangguran Bergantung Hidup dari Bantuan Kemanusiaan
-
626 PMI Pulang Tinggal Nama, Mengapa Jalur Ilegal Masih Tinggi Peminat?
-
DPR Soroti Jalur Ilegal PMI: Berangkat Tanpa Prosedur, Pulang Membawa Risiko TPPO
-
Dari Pekerja Migran Indonesia ke Pengusaha, BRI Dampingi Rosyidah Raih Sukses Bersama C'milzea
-
BRI Peduli Latih 60 PMI Cirebon Jadi Wirausaha, Siap Bangun Usaha Mandiri
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Sempat Bersitegang Soal Jam Pelayanan, Kasus Senam Puskesmas Patrol Berakhir Damai
-
Indonesia Derby 2026 Tembus 24 Ribu Penonton, Sulawesi Utara Raih Juara Umum Kejurnas Seri I