Wakos Reza Gautama
Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:44 WIB
Rekayasa lalu lintas di exit Tol Bocimi seksi 3 pada masa mudik Lebaran 2026. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Polres Sukabumi Kota mematangkan rekayasa lalu lintas antisipatif lonjakan arus mudik Lebaran 2026 terkait Tol Bocimi Seksi 3.
  • Rekayasa lalu lintas meliputi sistem satu arah dan contra flow, fokus utama mengurai kepadatan di Cibolang dan Karangtengah.
  • Kendaraan berat (truk sumbu tiga lebih) akan ditahan sementara di Lingkar Selatan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan pemudik kecil.

SuaraJabar.id - Pengoperasian fungsional Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) Seksi 3 bak pisau bermata dua. Di satu sisi, jalur ini menjadi napas lega bagi pemudik yang ingin memangkas waktu tempuh.

Namun di sisi lain, titik keluar di Karangtengah, Cibadak, diprediksi akan menjadi "mulut botol" baru yang berpotensi mengunci arus lalu lintas jika tidak dikelola dengan presisi.

Menyadari tantangan besar tersebut, Polres Sukabumi Kota tidak mau kecolongan. Sejumlah skenario rekayasa lalu lintas telah dimatangkan untuk menyambut lonjakan kendaraan yang diprediksi membanjiri wilayah Sukabumi pada musim mudik Lebaran 2026 ini.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo, menegaskan bahwa penebalan personel dan koordinasi lintas wilayah menjadi kunci utama.

"Kita sudah siapkan langkah-langkah, mulai dari sistem satu arah (one way) hingga contra flow. Semua akan diterapkan secara fleksibel tergantung tingkat kerawanan di lapangan," ujarnya, Sabtu (14/3/2026).

Salah satu titik yang paling diwaspadai adalah kawasan Cibolang, wilayah perbatasan yang mempertemukan arus dari Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Di sinilah "adu strategi" kepolisian akan diuji melalui rencana kontinjensi yang telah disusun matang oleh Satlantas.

Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota, AKP Haga Deo Harefa, memaparkan skema unik untuk mengurai simpul macet di perempatan jalur arteri. Kendaraan dari arah Cisaat yang hendak menuju Parungkuda tidak akan dibiarkan langsung memotong arus.

“Kendaraan dari arah Cisaat akan diarahkan untuk 'tekuk kiri' masuk ke Jalan Lingkar Selatan lebih dulu, lalu berputar di U-turn yang tersedia. Strategi ini diambil agar kendaraan dari arah Parungkuda atau keluar tol bisa tetap mengalir deras tanpa terhambat perpotongan arus,” jelas Haga.

Baca Juga: Akhir Perjalanan di Rumah Ibadah: Teka-teki Jenazah di WC Masjid Al Mahfudziah Cikole Terungkap

Dengan skema ini, diharapkan tidak ada penumpukan kendaraan yang "beradu moncong" di persimpangan krusial, sehingga aliran dari arah Cibadak menuju Kota Sukabumi maupun sebaliknya tetap terjaga.

Tak hanya mengatur mobil pribadi, polisi juga akan bertindak tegas terhadap kendaraan berat. Truk dengan sumbu tiga atau lebih akan menjadi sasaran penyekatan jika kondisi lalu lintas di Parungkuda mulai "sesak napas" atau mencapai titik jenuh.

Skenarionya jelas. Truk-truk besar tersebut akan ditahan di wilayah Lingkar Selatan dan diarahkan masuk ke area terminal sementara waktu. Jika masih ada yang mencoba meloloskan diri, penyekatan lapis kedua telah menanti di Pos PJR Cibolang.

“Ini dilakukan semata-mata untuk mengurangi beban di Cibadak dan Parungkuda. Prioritas kita adalah kelancaran arus mudik kendaraan kecil agar tidak terjadi macet total,” tegas Haga.

Bagi pemudik, pengoperasian Tol Bocimi Seksi 3 memang memberikan harapan perjalanan lebih cepat. Namun, kepatuhan pada arahan petugas di titik-titik rekayasa seperti Cibolang dan Lingkar Selatan akan menjadi penentu apakah mudik tahun ini akan berakhir dengan senyuman atau kelelahan di tengah kemacetan.

Artikel ini telah tayang di website sukabumiupdate.com media jaringan Suara.com dengan judul "Titik Macet di Sukabumi: Rekayasa Lalu Lintas di Simpang Lingsel Cibolang Saat Arus Mudik Lebaran 2026"

Load More