- Polres Sukabumi menetapkan dai berinisial MSL sebagai tersangka dugaan pelecehan santriwati sejak laporan masuk 26 Februari 2026.
- Kegiatan pesantren di Cicantayan dihentikan total dan santri dipulangkan setelah dugaan skandal pelecehan ini mencuat.
- Warga membongkar plang nama pesantren pada 12 Maret 2026; saat itu MSL sedang menjalankan ibadah Umrah.
SuaraJabar.id - Pesantren di Kampung Cikondang, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi itu kini mendadak sunyi. Tak ada lagi lantunan ayat suci atau keriuhan santri yang biasanya mengisi sudut-sudut bangunan.
Sejak dugaan skandal pelecehan seksual mencuat, aktivitas di pondok pesantren tersebut seolah mati suri. Puncaknya, pada Kamis malam (12/3/2026), warga yang tak lagi mampu membendung kekecewaan berinisiatif membongkar plang nama pesantren milik sang dai kondang berinisial MSL.
MSL, sosok yang selama ini dikenal sebagai pimpinan sekaligus tokoh agama, kini harus menanggalkan jubah kehormatannya.
Polres Sukabumi secara resmi telah menetapkan sang dai sebagai tersangka atas kasus dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah santriwatinya sendiri.
Kasus ini mulai menggelinding saat sejumlah korban memberanikan diri melapor ke Polres Sukabumi pada Kamis, 26 Februari 2026 silam.
Ironisnya, saat laporan tersebut masuk ke meja penyidik, MSL diketahui tengah berada di tanah suci untuk melaksanakan ibadah Umrah bersama keluarganya.
Seiring viralnya kabar tersebut, pesantren yang dipimpinnya langsung menghentikan kegiatan belajar mengajar. Seluruh santri diliburkan dan dipulangkan ke rumah masing-masing, meninggalkan kompleks pesantren yang kini hanya menyisakan bayang-bayang kasus hukum yang kian memanas.
Kepastian status hukum MSL justru terungkap melalui ruang digital. Menjawab keresahan warganet yang terus mempertanyakan kelanjutan kasus ini di akun Instagram resmi Polres Sukabumi, admin media sosial kepolisian akhirnya memberikan pernyataan tegas.
"Halo sobat Polri, terimakasih atas informasinya, kasus tersebut sedang dalam penanganan oleh pihak Sat Reskrim Polres Sukabumi," tulis akun resmi tersebut.
Baca Juga: Napas Lega Pemudik: Jalur Fungsional Tol Bocimi Seksi 3 Resmi Dibuka, SukabumiCibadak Kian Dekat
Namun, pengakuan yang paling mengejutkan muncul di komentar lanjutan. Polisi menegaskan bahwa MSL bukan lagi sekadar saksi atau terlapor, melainkan sudah menyandang status tersangka dan kini tengah diburu oleh aparat.
“Penanganan perkara sudah dilakukan penetapan tersangka, tim Unit PPA Sat Reskrim Polres Sukabumi sedang dalam proses pengejaran terhadap tersangka,” tulis admin Polres Sukabumi menjawab rasa penasaran publik.
Penetapan status tersangka ini menjadi babak baru dalam upaya pencarian keadilan bagi para korban. Meski keberadaan MSL pascaperjalanan Umrah masih menjadi teka-teki, polisi memastikan bahwa pengejaran terus dilakukan secara intensif.
Di sisi lain, pembongkaran plang nama pesantren oleh warga menjadi simbol runtuhnya kepercayaan masyarakat terhadap sosok yang seharusnya menjadi teladan.
Artikel ini telah tayang di website sukabumiupdate.com media jaringan Suara.com dengan judul "Dai Kondang Pimpinan Ponpes di Cicantayan Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Santriwati"
Berita Terkait
-
Napas Lega Pemudik: Jalur Fungsional Tol Bocimi Seksi 3 Resmi Dibuka, SukabumiCibadak Kian Dekat
-
Ikan Nila Mentah Berdarah di Meja Siswa: Skandal MBG di Sukabumi Berujung Sanksi Tegas
-
Mudik Tak Lagi Riuh: Potret Lesu Terminal Sukabumi di Tengah Gempuran Ekonomi dan Travel Gelap
-
Jalan Ninja Hindari Macet Cibadak: Catat Titik Masuk dan Aturan Main Tol Bocimi Seksi 3
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain
-
Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman
-
Antisipasi Politik Uang dan Konflik, 600 Polisi Disiagakan Amankan Pilkades Serentak di Cianjur
-
Tak Lagi Bergantung pada DNA Salmon, PDRN Nabati Jadi Inovasi Baru Industri Skincare
-
Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat