- Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi Sukabumi, H-7 Idulfitri 2026, terlihat lengang, sangat berbeda dari tahun sebelumnya.
- Jumlah penumpang bus mengalami penurunan drastis, hampir 50 persen, memaksa pengurangan armada bus yang beroperasi.
- Penurunan ini diduga disebabkan daya beli masyarakat melemah serta menjamurnya layanan travel ilegal di luar terminal resmi.
SuaraJabar.id - Biasanya, tujuh hari menjelang Idulfitri, Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi di Baros, Kota Sukabumi, sudah berubah menjadi lautan manusia.
Deru mesin bus yang saling bersahutan dan hiruk-pikuk pemudik yang memanggul kardus oleh-oleh lazimnya menjadi pemandangan wajib.
Namun, Jumat sore (13/3/2026), suasana itu seolah menguap. Terminal justru nampak lengang, meninggalkan barisan bangku tunggu yang masih banyak kosong.
Di balik kaca loket PO Rajawali, Ganjar Febrian duduk menanti. Tatapannya sesekali menyapu koridor terminal, berharap ada calon penumpang yang datang membawa kabar baik. Sayangnya, hingga matahari mulai condong ke barat, antusiasme warga untuk pulang kampung tak kunjung meledak.
“Tahun ini benar-benar nge-drop. Biasanya H-7 itu tiket sudah ludes, sudah mulai penuh. Sekarang? Masih belum ada perkembangan berarti,” keluh Ganjar dikutip dari sukabumiupdate.com--jaringan Suara.com.
Data bicara jujur, dan angka tahun ini cukup menyakitkan bagi para pengusaha otobus. Ganjar membeberkan bahwa penurunan jumlah penumpang mencapai angka yang cukup drastis, hampir 50 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Padahal, rute favorit menuju Jawa Tengah, khususnya Wonogiri, masih menjadi primadona yang paling banyak dicari. Meski sistem pemesanan daring dan telepon tetap berdering, denyut nadinya tak sekuat dulu.
Imbasnya nyata, armada bus yang biasanya dikerahkan hingga empat unit per hari untuk melayani lonjakan pemudik, kini terpaksa dipangkas separuhnya.
“Sekarang kita cuma jalan dua unit setiap hari. Padahal biasanya di momen H-7 seperti ini, empat unit pun masih kurang,” tambahnya dengan nada getir.
Baca Juga: Jalan Ninja Hindari Macet Cibadak: Catat Titik Masuk dan Aturan Main Tol Bocimi Seksi 3
Apa yang salah? Ganjar menduga ada "hantaman ganda" yang membuat terminal lesu. Pertama, daya beli masyarakat yang mungkin sedang tercekik kondisi ekonomi.
Kedua, menjamurnya travel ilegal atau "travel gelap" yang menjemput penumpang langsung di depan pintu rumah, membuat bus-bus resmi di terminal kian kehilangan taji.
Kelesuan ini tak hanya dirasakan oleh armada antarprovinsi. Dedi (50), sopir bus MGI rute Sukabumi–Bandung, turut merasakan dinginnya animo mudik kali ini. Baginya, suasana di terminal saat ini tak ubahnya seperti hari-hari biasa.
"Belum ramai, masih kayak hari biasa saja. Nggak seperti tahun kemarin," ujar Dedi sambil sesekali melirik deretan kursi busnya yang belum terisi penuh.
Saat ini, tarif Sukabumi–Bandung masih bertahan di angka Rp55 ribu. Meski ada potensi penyesuaian tarif menjadi Rp60 ribu hingga Rp65 ribu menjelang hari H, Dedi menyebut hingga kini belum ada instruksi resmi dari dinas terkait.
Harapannya kini tertumpu pada H-5 Lebaran, momen yang diprediksi bakal menjadi titik balik arus mudik, terutama untuk arah sebaliknya dari Bandung menuju Sukabumi.
Berita Terkait
-
Jalan Ninja Hindari Macet Cibadak: Catat Titik Masuk dan Aturan Main Tol Bocimi Seksi 3
-
Adu Banteng di Jalur Sukabumi-Bogor: Colt Mini L300 Hantam Pajero, Bagaimana Nasib 8 Penumpang?
-
Bukan Rem Blong? Polisi Ungkap Biang Kerok Angkot Lindas Motor Yamaha Lexi di Gandasoli
-
Detik-Detik Horor Terekam CCTV: Angkot "Nyalip" Lindas Pengendara Motor di Cireunghas Sukabumi
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
Jangan Lewatkan Promo Samsung Galaxy S26 Ultra di Blibli untuk Dapatkan Harga Termurah
-
Nilai Saham Dinilai Belum Wajar, BRI Lakukan Buyback Fluktuatif Rp500 Miliar
-
Di Tengah Tekanan IHSG, BRI Tegaskan Fundamental Perbankan Nasional Tetap Kuat
-
Korupsi Makan Bergizi Gratis Memanas! Kejagung Isyaratkan Jumlah Tersangka Bakal Bertambah
-
Jeritan Emak-emak di DPRD Jabar: Kami Perjuangkan Hak Anak Miskin Masuk Sekolah Negeri