SuaraJabar.id - Kematian tentara transgender pertama Korea Selatan, yang dibebastugaskan tahun lalu karena menjalani operasi penggantian kelamin, memicu seruan dari kelompok advokasi dan aktivis untuk perlindungan lebih baik dan pengakuan bagi warga transgender.
Byun Hui-su (23) yang adalah seorang sersan kepala sebelum dibebastugaskan, ditemukan tewas oleh petugas kedaruratan di rumahnya di kota Cheongju, selatan Seoul, pada Rabu (3/3/2021).
"Kematian Byun semakin bergema di masyarakat karena militer dan masyarakat ini menolak untuk mengakui perubahan tersebut," kata Rainbow Action Against Sexual-Minority Discrimination of Korea, sebuah asosiasi yang memayungi 40 kelompok minoritas seksual, dalam sebuah pernyataan.
Keberanian Byun untuk membuat pengakuan telah menginspirasi dan memberdayakan orang lain, kata kelompok itu.
Dia mengumumkan kepada publik ketika militer membebastugaskannya tahun lalu setelah ia menjalani operasi penggantian kelamin di Thailand. Byun juga melancarkan gugatan terhadap sejumlah pejabat senior.
"Saya ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa saya juga bisa menjadi salah satu tentara hebat yang melindungi negara ini," kata Byun pada saat itu, sambil menangis ketika dia menjelaskan keputusannya untuk menjalani operasi dan kemudian berselisih dengan militer.
Sebuah komentar awal dari militer, bahwa mereka tidak dalam posisi untuk mengatakan apa pun terkait "kabar kematian seorang warga sipil", menuai kecaman keras di media sosial. Lalu pada Kamis, seorang juru bicara menyampaikan belasungkawa resmi, menyebut kematian Byun sebagai kejadian yang "disayangkan".
Pejabat itu mengatakan, bagaimanapun, bahwa militer masih belum membahas secara rinci kebijakannya terhadap tentara transgender.
Kasus ini memicu perdebatan di komunitas LBGT Korea Selatan tentang bagaimana transgender anggota militer diperlakukan di negara tersebut, yang mengharuskan semua pria berbadan sehat untuk bertugas selama sekitar dua tahun.
Baca Juga: Korea Selatan Investigasi Dua Kematian Penerima Vaksin AstraZeneca
Byun mengatakan dia masih berharap untuk bertugas di militer di masa depan.
Pesohor dunia hiburan Harisu, yang membuat sejarah sebagai selebritas transgender pertama Korea Selatan dan satu-satunya orang kedua yang secara hukum mengubah jenis kelaminnya di negara tersebut, berbagi belasungkawa di media sosial.
Kantor Amnesty International di Seoul memuji Byun karena mengerahkan keberanian untuk membela "dunia yang bebas dari diskriminasi dan kebencian."
Berita Terkait
-
Dari Perawatan Kulit hingga Wellness, Korea Selatan Perkenalkan Wisata Kesehatan di Jakarta
-
Komnas HAM Sambut Putusan MK, Prajurit Pelaku Pidana Umum Harus Diadili di Peradilan Umum
-
Mulut Kotor Donald Trump Serang Rival Demokrat di Pilpres Senat AS
-
KPK Masih Tunggu Balasan Panglima TNI soal Dugaan Keterlibatan Prajurit di Kasus DSP BNPB
-
Disurati KPK Soal 2 Prajurit Terlibat Korupsi BNPB, Mabes TNI Siap Tindak Tegas
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer
-
Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan
-
KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026