SuaraJabar.id - Orang tua seorang mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung memprotes rencana kegiatan ospek lapangan oleh salah satu jurusan di kampus itu.
Pasalnya, orang tua mahasiswa itu khawatir ospek lapangan justru akan berujung petaka, seperti terpapar Covid-19.
Salah satu komplain atas kegiatan ospek lapangan ini datang dari KR. Ia merupakan keluarga salah satu mahasiswa di urusan Studi Agama-Agama, Fakultas Usluhuddin UIS SGD Bandung yang diundang untuk mengikuti ospek lapangan.
KR mengaku kesal dengan masih adanya Ospek lapangan di tengah kondisi pandemi Covid-19.
"Aslinya ... kesel .... Udah komplain via email gak dijawab," ungkap KR kepada Ayobandung.com-jejaring Suara.com.
KR menuturkan dirinya dan keluarga merasa keberatan akan adanya ospek. Bukan tanpa alasan, mereka tidak tahu apakah protokol kesehatan benar-benar diterapkan di lapangan atau tidak.
"Kalau ada satu yang positif atau di lingkungan sana kena virus bagaimana? Siapa yg mau tanggung jawab coba?" lanjut KR.
Berdasarkan dokumen yang didapat, pihak panitia Masa Orientasi Keluarga Studi Agama-Agama (Moksaa) memang mengeluarkan Surat Izin Orang Tua kepada mahasiswa yang ingin mengikuti Ospek lapangan.
Hal ini menujukkan tidak ada paksaan dalam pelaksanaan Ospek lapangan tersebut. Kalaupun pihak orang tua keberatan, mahasiswa baru (yang semestinya mengikuti Ospek tahun 2021 semasa pandemi Covid-19 ini) dapat menggantinya dengan mengikuti Ospek tahun depan.
Baca Juga: Ramadhan Tahun Ini Sholat Tarawih Hingga 3 Shift di Masjid Diperbolehkan
"Sehubungan dengan akan dilaksanakannya 'Masa Orientasi Keluarga Studi Agama-Agama (MOKSAA) Tahun 2021' maka dari itu surat ini kami sampaikan untuk permohonan izin Kepada Orang Tua/Wali Dari Mahasiswa/i yang mengikuti kegiatan tersebut," tulis surat bernomor 001.PAN-MOKSAA.02-01.C-I.03.2021.
Dalam surat pun dijelaskan kegiatan Ospek lapangan akan berlangsung hari Jumat-Minggu, dari tanggal 25-28 Maret 2021. Adapun tempat pelaksanaannya dilangsungkan di Panaruban, Subang.
Akan tetapi, terlepas dari adanya paksaan kewajiban atau tidak dari pihak panitia, KR menilai petinggi universitas, fakultas, atau jurusan, semestinya menegaskan larangan terhadap pelaksanaan Ospek lapangan di tengah pandemi Covid-19.
Imbauan dan larangan tegas seperti ini diperlukan untuk menjaga kesehatan semua pihak, terutama mahasiswa baru.
"Udah mah tidur bareng-bareng, makan bareng-bareng .... Temen aku aja foto bareng doang, buka masker ga nyampe 1 menit, kena [virus] corona," ucap KR.
Berita Terkait
-
Uji Tangguh MPV Hybrid Ini di Rute Ekstrem BandungSubang, Hasilnya Mengejutkan
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Pabrik BYD Subang Masuki Tahap Finalisasi Demi Kuasai Pasar Mobil Listrik Indonesia
-
'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran
-
Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar
-
Sengketa 6,1 Hektare Kencana Bogor Memanas, AJB Dipersoalkan hingga Dugaan Rekayasa Hukum
-
Mencekam di Dasar Sumur Tasikmalaya: Mayat Perempuan Ditemukan Bersama Ular Kobra
-
Kebangetan! Usai 'Aktivitas Bersama', Pria di Probolinggo Bawa Kabur Motor Saat Korban Mandi
-
Ida Nurlaela Dorong BUMN Kembangkan Energi Panas Bumi untuk Listrik